Serangan Seksual di Akademi Militer AS Terus Melonjak

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 31 Jan 2020 16:21 WIB
Ilustrasi pemerkosaan
Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Washington -

Insiden serangan seksual di akademi-akademi militer Amerika Serikat dilaporkan terus melonjak sepanjang tahun lalu. Peningkatan ini terjadi meski telah dilakukan upaya-upaya untuk memerangi masalah tersebut.

Dalam sebuah laporan, Departemen Pertahanan AS atau Pentagon menyatakan bahwa selama tahun ajaran 2018-2019, ada 149 serangan seksual yang resmi dilaporkan ke otoritas di tiga akademi militer, di mana para siswa disiapkan untuk menjadi perwira militer masa mendatang. Angka ini meningkat dibandingkan 117 kasus serangan seksual selama tahun ajaran sebelumnya, menunjukkan peningkatan lebih dari 25 persen.



Angka 149 kasus tersebut hanya mencakup kasus-kasus serangan seksual yang dilaporkan ke otoritas. Hal itu membuat Pentagon kesulitan memastikan apakah peningkatan jumlah kasus ini dikarenakan pelaporan yang lebih baik atau apakah serangan seksual memang terjadi lebih sering dibandingkan tahun sebelumnya.

Setiap dua tahun, hampir 13 ribu siswa di tiga akademi -- Akademi Militer Angkatan Darat AS di West Point, New Yrok, Akademi Angkatan Laut di Annapolis, Maryland dan Akademi Angkatan Udara di Colorado Springs, Color -- bisa mengisi kuisoner anonim mengenai serangan seksual yang tidak dilaporkan ke otoritas, termasuk kasus pelecehan seksual atau kontak seksual yang tidak diinginkan.

Laporan Pentagon ini tidak mencakup hasil dari kuisoner tersebut.

Kasus serangan seksual paling banyak dilaporkan di West Point, dengan 57 kasus serangan seksual yang dilaporkan. Adapun Akademi Angkatan Laut melaporkan paling sedikit kasus, yakni 33 kasus. Di Akademi Angkatan Udara tercatat ada 40 kasus serangan seksual yang dilaporkan. Sisanya dalam laporan tersebut adalah berasal dari kasus-kasus non-siswa.


"Laporan ini cerminan dari apa yang telah kita tahu," kata purnawirawan Kolonel Don Christensen, mantan jaksa Angkatan Udara dan kepala organisasi Protect Our Defenders.

"Pentagon telah berulang kali gagal mengatasi gagal mengatasi krisis kekerasan seksual yang mencengkeram jajarannya dan sebagai akibatnya, masalah tersebut terus bertambah," imbuhnya.

Simak Video "Pesawat Jatuh di Afghanistan yang Diklaim Taliban Milik AS"

[Gambas:Video 20detik]

(ita/ita)