Wabah Virus Corona, 240 Warga AS Akan Dievakuasi dari Wuhan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 28 Jan 2020 17:37 WIB
Virus corona jenis baru pertama kali ditemukan di kawasan Wuhan, China. Kawasan itu pun kini terisolasi untuk antisipasi penyebaran virus yang makin meluas.
Suasana kota Wuhan yang dikarantina akibat wabah virus corona (Getty Images)
Beijing -

Sekitar 240 warga Amerika Serikat (AS) akan dievakuasi dari kota Wuhan, China, di tengah wabah virus corona. Mereka yang dievakuasi juga termasuk para diplomat AS dan anggota keluarganya.

Seperti dilansir CNN, Selasa (28/1/2020), lebih dari 200 warga AS itu akan dievakuasi dengan sebuah pesawat yang di-charter oleh Departemen Luar Negeri AS. Pesawat itu dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Tianhe Wuhan pada Rabu (29/1) pagi waktu setempat. Diketahui bahwa otoritas China mengkarantina kota Wuhan dan membekukan seluruh transportasi termasuk transportasi udara. Namun tampaknya AS mendapat izin untuk menerbangkan pesawat dari Wuhan.

Pesawat itu nantinya akan berhenti sementara di Bandara Internasional Ted Stevens di Anchorage, Alaska, untuk mengisi bahan bakar. Tujuan akhir pesawat itu adalah wilayah Ontario di California, yang berjarak 56 kilometer sebelah timur pusat kota Los Angeles.

Juru bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Sosial Alaska, Clinton Bennett, menyebut akan ada 240 warga AS di dalam pesawat tersebut. Seorang pejabat AS yang memahami proses evakuasi ini menuturkan bahwa pesawat itu akan diisi oleh puluhan diplomat AS dan anggota keluarga mereka, juga sejumlah warga AS yang tinggal di kota Wuhan -- asal muasal virus corona.

Ditambahkan seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS yang enggan disebut namanya bahwa prioritas diberikan kepada warga-warga AS yang 'paling berisiko terkena virus corona' jika mereka tetap tinggal di kota Wuhan. Diketahui ada sekitar 1.000 warga AS yang tinggal di kota Wuhan.

"Seluruh penumpang akan menjalani pemeriksaan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS), pengamatan kesehatan dan kewajiban pemantauan," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Otoritas bandara Ontario di California, dalam pernyataan terpisah pada Senin (27/1) waktu setempat, menegaskan pihaknya bekerja sama dengan otoritas federal, negara bagian, distrik dan kota untuk mempersiapkan kedatangan warga-warga AS dari Wuhan. "Telah melakukan pelatihan ekstensif dalam mengendalikan situasi seperti ini," sebut otoritas bandara Ontario dalam pernyataannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2