Sudah 41 Orang Tewas Akibat Wabah Virus Corona di China

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 25 Jan 2020 09:18 WIB
Kota Wuhan yang menjadi asal virus corona ini diisolasi untuk mengendalikan penyebaran (AFP/STR)

Virus corona baru, atau yang bernama 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV), merupakan virus corona yang baru teridentifikasi yang memicu kewaspadaan karena masih banyak hal seputar virus itu yang belum diketahui. Para pakar belum mengetahui seberapa berbahayanya virus ini dan bagaimana virus ini bisa dengan mudah menyebar antarmanusia. Virus corona baru bisa menyebabkan pneumonia, yang dalam beberapa kasus berdampak mematikan bagi penderitanya.

Gejala virus corona baru meliputi demam, kesulitan bernapas dan batuk-batuk. Laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kebanyakan korban yang tewas akibat virus corona ini merupakan warga yang sudah lanjut usia, yang sebagian besar memiliki penyakit lain sebelumnya.

Sebagian besar kasus virus corona ditemukan di dan sekitar kota Wuhan, atau orang-orang yang pernah berkunjung ke kota tersebut atau memiliki keterkaitan personal dengan mereka yang terlebih dulu terinfeksi.

Virus ini memicu kekhawatiran global karena kemiripannya dengan Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang menewaskan ratusan orang di China dan Hong Kong tahun 2002-2003 lalu. Namun WHO belum menetapkan virus corona baru sebagai darurat kesehatan global.

Puluhan kasus virus corona dilaporkan menyebar keluar China daratan dan ke berbagai negara, mulai dari Hong Kong, Macau, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Thailand, Taiwan, Vietnam, Nepal, hingga Australia, Amerika Serikat (AS) dan yang terbaru ada di Prancis.

Virus corona baru ini belum ada vaksinnya, namun bisa sembuh dengan sendirinya jika ditangani secara medis sejak dini. Laporan Komisi Kesehatan Nasional China sebelumnya menyebut 34 orang telah dinyatakan 'sembuh dan diperbolehkan pulang' dari rumah sakit.

Halaman

(nvc/dkp)