Trump Sebut Beberapa Negara Akan Ditambahkan ke Daftar Larangan Masuk AS

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 11:05 WIB
Donald Trump saat menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss (AP Photo/Markus Schreiber)
Davos -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pemerintahannya bersiap menambah 'beberapa negara' ke dalam daftar larangan bepergian ke AS. Informasi menyebut saat ini ada tujuh negara yang mungkin ditambahkan ke dalam daftar kontroversial tersebut.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Kamis (23/1/2020), Trump menyatakan kepada wartawan di sela-sela menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, bahwa dirinya melakukan hal ini untuk melindungi AS.

"Kami menambahkan beberapa negara ke dalamnya. Kita harus aman. Negara kita harus aman," ucap Trump dalam pernyataannya.

"Anda lihat apa yang terjadi di dunia. Negara kita harus aman. Jadi kita akan memiliki larangan perjalanan yang sangat kuat dan kita akan menambahkan beberapa negara ke dalamnya," imbuhnya.

Trump tidak menyebut jumlah maupun nama negara yang akan ditambahkan ke dalam daftar larangan ke AS. Dia hanya menyatakan daftar itu akan diumumkan 'dalam waktu dekat'.

Dua sumber pejabat pemerintahan AS yang tidak bisa disebut namanya mengungkapkan kepada Associated Press bahwa ada tujuh negara yang masuk draf proposal untuk daftar tambahan larangan perjalanan ke AS. Menurut dua sumber itu, negara-negara tersebut telah diberitahu oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri dan mereka bisa menghindari masuk daftar jika membuat perubahan sebelum pengumuman resmi disampaikan ke publik.

Menurut dua pejabat AS itu dan seorang sumber yang memahami draf proposal, negara-negara yang masuk daftar tentatif itu antara lain Belarus, Eritrea, Kyrgyzstan, Myanmar, Nigeria, Sudan dan Tanzania.

Simak Juga Video "Wamenhan Ingin Industri Pertahanan Indonesia Seperti DARPA di AS"

[Gambas:Video 20detik]