Didakwa Pelecehan Seks, Pastor Prancis Mengaku Pernah Dicabuli Semasa Muda

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 11:39 WIB
Bernard Preynat (tengah) (AP Photo/Laurent Cipriani)
Paris - Seorang pastor di Prancis yang sudah dipecat karena terjerat skandal pelecehan seksual, memberikan pengakuan mengejutkan dalam persidangan. Pastor berusia 74 tahun ini mengakui bahwa dirinya juga menjadi korban pelecehan seksual semasa muda.

Seperti dilansir AFP, Kamis (16/1/2020), Bernard Preynat (74) menyampaikan pengakuan ini setelah mengakui dalam sidang bahwa tindakannya 'membelai' para korbannya merupakan tindakan yang dilarang. Para korban Preynat telah memberikan keterangan soal peristiwa kelam yang mereka alami.

Dalam pembelaan diri, Preynat tiba-tiba menyalahkan Gereja Katolik karena gagal membantunya dalam mengatasi dorongan seksual yang dirasakannya.


Saat sidang memasuki hari kedua di kota Lyong, Preynat mengejutkan seisi ruang sidang dan bahkan pengacaranya sendiri dengan mengungkapkan soal tindak pelecehan seksual yang pernah dialaminya semasa muda.

Preynat merujuk pada sebuah surat yang ditulis pada musim panas kepada pejabat administrasi apostolik di Lyon, Michel Dubost, yang di dalamnya mengungkapkan bahwa dirinya dilecehkan secara seksual berulang kali oleh seorang pastor, seorang sakristan dan seorang murid seminari. Sakristan merupakan sebutan untuk petugas yang bertanggung jawab mengurus sakristi (ruang misa), bangunan gereja dan isinya. Dia tidak pernah mengungkap hal ini saat diinterogasi polisi tahun 2016 lalu.

"Saya tidak akan mengatakan saya terkejut. Hal-hal semacam ini terjadi di pengadilan. Tapi jika dia tidak mengungkapkannya, mungkin dia takut orang-orang berpikir dia berusaha membersihkan dirinya sendiri," ujar pengacara Preynat, Frederic Doyez, soal pengakuan kliennya.



Simak juga video Kemenhub Kaget Marak Pelecehan Seksual di Transportasi Umum:


Selanjutnya
Halaman
1 2