Ahli Waris Shah Iran Prediksi Rezim Bakal Tumbang dalam Beberapa Bulan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 09:38 WIB
Reza Pahlavi (EVA HAMBACH/AFP)
Reza Pahlavi (EVA HAMBACH/AFP)
Washington - Ahli waris takhta dari Shah Iran yang telah lengser, Reza Pahlavi, memprediksi bahwa rezim pemerintah Iran saat ini akan tumbang dalam beberapa bulan ke depan. Pahlavi mendorong negara-negara Barat untuk tidak berunding dengan rezim Iran saat ini.

Pahlavi, yang berusia 59 tahun, merupakan anak sulung dari mendiang Shah Mohammad Reza Pahlavi, Shah terakhir dalam Kekaisaran Iran yang menjabat antara September 1941 hingga dilengserkan oleh Revolusi Iran pada Februari 1979 silam.

Pahlavi kerap disebut sebagai Putra Mahkota Iran atau ahli waris terakhir untuk takhta Negara Kekaisaran Iran. Ayahnya yang telah wafat tahun 1980 lalu, memiliki gelar 'Shahanshah' atau yang berarti 'Raja dari Segala Raja'. Kini Reza Pahlavi menjadi pemimpin Dinasti Pahlavi.


Disebutkan Reza Pahlavi yang kini tinggal dalam pengasingan di Amerika Serikat (AS) bahwa unjuk rasa besar-besaran yang muncul di Iran pada November 2019 dan pada bulan ini, setelah jatuhnya pesawat maskapai Ukraina, mengingatkannya pada unjuk rasa yang melengserkan mendiang ayahnya tahun 1979 silam.

"Itu hanya masalah waktu sebelum mencapai klimaks akhir. Saya pikir kita ada dalam mode itu," kata Pahlavi dalam konferensi pers terbaru di Washington, AS, seperti dilansir AFP, Kamis (16/1/2020).

"Saat ini adalah beberapa pekan atau beberapa bulan sebelum keruntuhan total, tidak jauh berbeda dengan tiga bulan terakhir tahun 1978 sebelum revolusi," imbuhnya.

Sementara kebanyakan aktivis Iran yang mengasingkan diri secara rutin memprediksi jatuhnya rezim Iran, Pahlavi menyatakan bahwa warga Iran bisa 'mencium peluang untuk pertama kalinya dalam 40 tahun'.



Iran Tangkap Sejumlah Orang Terkait Penembakan Pesawat Ukraina:


Selanjutnya
Halaman
1 2