PM Kanada: Korban Pesawat Jatuh Masih Hidup Jika Tak Ada Ketegangan Kawasan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 16:59 WIB
Justin Trudeau (Justin Tang/The Canadian Press via AP)
Justin Trudeau (Justin Tang/The Canadian Press via AP)
Ottawa - Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, menyebut para korban jatuhnya pesawat maskapai Ukraina di Iran masih hidup jika ketegangan tidak meluas di kawasan Timur Tengah. Dari 176 penumpang dan awak yang tewas, sekitar 57 orang di antaranya merupakan warga Kanada.

Seperti dilansir Associated Press dan AFP, Selasa (14/1/2020), Trudeau terkesan berhati-hati untuk tidak menyalahkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas jatuhnya banyak korban jiwa dalam insiden ditembak jatuhnya pesawat maskapai Ukraine International Airlines yang telah diakui Iran sebagai 'human error'.

Trump diketahui memerintahkan serangan drone yang menewaskan Komandan Pasukan Quds Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, yang kemudian dibalas serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer Irak yang menjadi markas pasukan AS.


Pesawat penumpang jenis Boeing 737-800 itu tak sengaja ditembak dengan rudal saat Iran sedang waspada menanti balasan AS. Dalam wawancara dengan Global News Television, Trudeau menyinggung soal ulah AS meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah saat membahas insiden pesawat maskapai Ukraina.

"Saya pikir jika tidak ada ketegangan, jika tidak ada eskalasi baru-baru ini di kawasan, warga-warga Kanada yang menjadi korban, saat ini ada di rumah bersama keluarga mereka. Ini hal yang terjadi ketika Anda mengalami konflik dan perang. Orang-orang tak bersalah menjadi korbannya," sebut Trudeau.

Ditambahkan Trudeau bahwa komunitas internasional telah 'sangat, sangat jelas soal perlunya memiliki Iran sebagai negara non-nuklir', tapi juga perlunya 'mengelola ketegangan di kawasan yang dipicu oleh tindakan AS juga'.
Selanjutnya
Halaman
1 2