Jatuhnya Pesawat Ukraina Bangkitkan Ingatan Kelam Tragedi Iran Air

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 16:52 WIB
Foto tertanggal 7 Juli 1988 menunjukkan para pelayat membawa peti jenazah korban tragedi Iran Air di jalanan Teheran (AP Photo/Canadian Press, File)
Teheran - Tuduhan negara-negara Barat soal Iran menembak jatuh pesawat maskapai Ukraina dan menewaskan 176 orang, membangkitkan ingatan kelam soal tragedi Iran Air yang terjadi sekitar 30 tahun lalu. Saat itu, Iran menjadi korban ditembak jatuhnya pesawat komersial secara tidak disengaja oleh pasukan militer Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (10/1/2020), ditembak jatuhnya pesawat Iran Air nomor penerbangan 655 pada 3 Juli 1988 silam oleh Angkatan Laut AS (US Navy) menjadi salah satu dari sekian banyak momen yang selalu diingat terkait isu ketidakpercayaan dengan AS. Sedikitnya 290 orang tewas dalam tragedi itu.

Iran mensejajarkan tragedi Iran Air dengan kudeta yang didukung CIA tahun 1953 silam yang melengserkan perdana menteri terpilih dan mengamankan kekuatan penuh bagi Shah Mohammad Reza Pahlavi, hingga dia turun takhta sebelum Revolusi Iran tahun 1979.


Pekan lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani menyinggung tragedi Iran Air saat mengkritik komentar Presiden AS Donald Trump soal pasukan militer AS telah memilih 52 target di Iran untuk diserang jika diperlukan. Satu target diketahui mewakili satu sandera AS saat pendudukan Kedutaan Besar AS di Teheran tahun 1979 silam.

"Mereka yang merujuk pada angka 52 seharusnya juga ingat angka 290. #IR655," tulis Rouhani via Twitter saat itu. "Jangan pernah mengancam negara Iran," imbuhnya.

Serangan terhadap Iran Air saat itu terjadi ketika US Navy sedang melancarkan Operation Praying Mantis, yakni pertempuran laut di Teluk Persia selama seharian penuh antara pasukan Amerika dan Irak saat perang berkepanjangan dengan Irak tahun 1980-an.

Pertempuran terjadi setelah USS Samuel B Robertson, salah satu kapal perang AS, terkena ranjau yang diyakini AS dipasang oleh Iran di jalur pelayaran yang berusaha tetap dibuka untuk kapal-kapal tanker minyak Kuwait di tengah 'Tanker War'. Usai pertempuran itu, US Navy melakukan patroli di perairan itu dan Garda Revolusi Iran sering mengganggu atau mengerumuni kapal-kapal yang datang dengan kapal kecil.

Foto pemakaman korban tragedi Iran Air tahun 1988 silamFoto pemakaman korban tragedi Iran Air tahun 1988 silam Foto: AP Photo

Selanjutnya
Halaman
1 2