Sejarah Kronologis Ketegangan Iran-AS: Dulu Dekat, Kini Memanas

ADVERTISEMENT

Sejarah Kronologis Ketegangan Iran-AS: Dulu Dekat, Kini Memanas

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 08 Jan 2020 15:04 WIB
Foto: Bendera Iran dan AS (Getty Images/AFP)
Jakarta - Hubungan Iran dan Amerika Serikat (AS) kian memanas. Iran meluncurkan rudal untuk menyerang markas tentara AS di Irak. Jika dirunut ke belakang, kedua negara ini punya sejarah pertikaian yang panjang.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/1/2020), Iran dalam pernyataannya menegaskan bahwa 'puluhan rudal' diluncurkan terhadap target pangkalan udara Ain al-Asad di Irak, yang menjadi markas tentara AS sebagai balasan atas serangan drone AS yang menewaskan Mayor Jenderal Qasem Soleimani. Iran juga menjanjikan bahwa 'respons yang lebih menghancurkan' akan diberikan jika AS melancarkan serangan lebih lanjut.


Secara terpisah, Pentagon atau Departemen Pertahanan AS menyatakan besarnya kerusakan akibat serangan rudal Iran masih dalam proses penaksiran. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan semuanya baik-baik saja.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menegaskan bahwa Iran tidak berniat memicu perang setelah melancarkan serangan rudal terhadap markas tentara Amerika Serikat (AS) di Irak. Zarif menegaskan serangan rudal itu merupakan aksi membela diri.

Kronologi Pertikaian Iran-AS


Februari 1979

Berkaca dari pertikaian Iran-AS yang belakangan ini memanas, ternyata kedua negara ini pernah menjalin kerjasama. Sebagaimana dicatat Fenny Rizka Salsabila dan Dina Yulianti dalam tulisan berjudul 'Security Dilemma dalam Ketegangan AS-Iran Pasca Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman', ketegangan antara kedua negara dimulai sejak kemenangan revolusi Islam Iran tahun 1979. Yakni ketika Raja Iran Mohammed Reza Pahlevi yang didukung oleh AS terpaksa meninggalkan negaranya akibat revolusi rakyat Iran yang memrotes berbagai kebijakan rezim monarkhi itu.


Raja Reza digantikan oleh pemimpin revolusi, Ayatullah Agung Ruhollah Khomeini. Iran kemudian berubah menjadi negara Republik Islam Iran.

Padahal, selama masa pemerintahan Raja Reza, hubungan Iran dan AS sangat dekat. Bagi Iran, beraliansi dengan AS memberikan perlindungan tingkat tinggi dari potensi serangan Uni Soviet. Sebaliknya, bagi AS, Iran memberi keuntungan karena Iran mau membuka wilayahnya bagi kehadiran AS dan bersedia membayar mahal keperluan militernya. Pada masa itu, Iran merupakan pengimpor senjata dari AS yang terbesar di kawasan.

Sejak saat itu, ketegangan demi ketegangan di antara kedua negara pun dimulai. Pada masa awal-awal revolusi Iran, AS diduga berupaya melakukan sabotase yang kemudian dibalas oleh para pemuda Iran dengan menyandera warga negara AS yang berada di Kedutaan Besar AS di Teheran selama 444 hari (4 November 1979-20 Januari 1981).


Akibat kasus penyanderaan itu, AS memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran hingga hari ini. Selain itu, pada 4 November 1979, Presiden AS Jimmy Carter membekukan semua harta kekayaan Iran yang berada di wilayah hukum AS. AS pun mengembargo Iran dalam beberapa bidang, dari minyak hingga sanksi pengembangan senjata.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT