ADVERTISEMENT

Israel Waspada Usai Serangan AS Tewaskan Jenderal Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 04 Jan 2020 16:23 WIB
Benjamin Netanyahu (Abir Sultan/Pool photo via AP, File)
Tel Aviv - Israel menggelar rapat keamanan darurat setelah Amerika Serikat (AS) menewaskan Komandan Garda Revolusi Iran dalam serangan drone di Irak. Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, mempersingkat kunjungan kenegaraan di Yunani untuk pulang lebih awal.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (4/1/2019), Menteri Pertahanan Israel, Naftali Bennett, memimpin rapat jajaran keamanan yang dihadiri para komandan militer Israel, Dewan Keamanan Nasional dan badan intelijen Mossad.

Rapat keamanan itu digelar pada Jumat (3/1) waktu setempat, setelah serangan udara AS menewaskan Mayor Jenderal Qasem Soleimani yang menjabat Komandan Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran. Sebagai sekutu AS, Israel turut berpotensi menjadi target serangan balasan Iran.


Netanyahu pulang lebih awal dari Yunani usai Soleimani dipastikan tewas dalam serangan drone militer AS di Irak tersebut. Dalam pernyataannya, Netanyahu menyampaikan dukungan terhadap AS.

"Sama seperti Israel memiliki hal untuk mempertahankan diri, Amerika Serikat juga memiliki hak yang sama persis," tegas Netanyahu dalam pernyataan di penerbangan dari Athena menuju Israel.

"Presiden (Donald) Trump pantas mendapatkan pujian karena bertindak cepat dan tegas," ucapnya. "Israel berdiri bersama Amerika Serikat dalam perjuangan bagi perdamaian, keamanan dan pertahanan diri," ujar Netanyahu menegaskan.


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT