Jenderal Iran Dibunuh AS, Khamenei Tunjuk Penggantinya

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 04 Jan 2020 15:33 WIB
Esmail Qaani (Iranian Leader Press Office/Handout/Anadolu Agency via Getty Images via CNN)
Teheran - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah menunjuk komandan baru untuk Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran, setelah Mayor Jenderal Qasem Soleimani tewas dalam serangan drone militer Amerika Serikat (AS) di Irak. Siapa pengganti Soleimani?

"Usai mati syahidnya jenderal agung Haji Qasem Soleimani, saya menunjuk Brigadir Jenderal Esmail Qaani sebagai Komandan Pasukan Quds pada Korps Garda Revolusi Islam (Iran)," ucap Khamenei dalam pernyataan via situs resminya, seperti dilansir CNN dan AFP, Sabtu (4/1/2020).

Qaani saat menjabat sebagai Wakil Komandan Pasukan Quds, atau menjadi wakil Soleimani. Disebutkan bahwa Qaani sudah tujuh tahun mendampingi Soleimani dalam memimpin Pasukan Quds yang bertanggung jawab atas operasi dan misi Garda Revolusi Iran di luar negeri.


Khamenei menyebut sosok Qaani sebagai salah satu 'komandan paling sukses' dari Garda Revolusi Iran selama perang Iran-Irak tahun 1980-1988 silam. Ditegaskan oleh Khamenei bahwa agenda Pasukan Quds tidak akan berubah sepeninggal Soleimani dan kini di bawah Qaani.

"Jenderal Email Qaani telah menjadi salah satu komandan paling terkemuka dalam Pertahanan Suci dan telah mengabdi bersama Komandan Martir (Soleimani-red) dalam Pasukan Quds selama bertahun-tahun," sebut Khamenei.

"Agenda Pasukan Quds akan persis sama seperti saat di bawah kepemimpinan martir Soleimani, saya ingin berterima kasih kepada semua kolega atas kerja sama mereka dengan Komandan Qaani, dan saya mendoakan kesuksesan, penerimaan dan bimbingan ilahi untuknya," imbuhnya.


Penunjukan Qaani diumumkan saat para pemimpin Iran bersumpah akan membalas kematian Soleimani. Juru bicara Garda Revolusi Iran, Brigadir Jenderal Ramazan Sharif, menyatakan As akan mendapatkan 'respons yang menghancurkan'.

Dalam wawancara dengan media Iran, Press TV, Sharif menyebut kematian Soleimani 'akan memperkuat barisan perlawanan'. "Tidak akan menghentikan perjuangan muslim melawan Amerika dan Zionis. ... Faktanya, hal itu menyuntikkan darah baru," sebutnya.

Simak Video "Pernyataan Lengkap Trump soal Alasan Membunuh Jenderal Iran"

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/haf)