Demonstran Hong Kong Gelar Unjuk Rasa Saat Malam Tahun Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 17:21 WIB
Demonstran Hong Kong menggelar aksi sejak Senin (30/12) waktu setempat dan akan berlanjut pada malam Tahun Baru pada Selasa (31/12) ini (AP Photo/Lee Jin-man)

"Warga Hong Kong telah menghadapi banyak kesulitan sebelumnya. Dengan ketangguhan dan kebijaksanaan kita, saya yakini kita bisa sekali lagi mengatasi tantangan terbaru kita dan membangun kembali Hong Kong," ucapnya.

Aksi protes lainnya yang diberi judul 'Suck the Eve' dan 'Shop With You' juga direncanakan di kawasan hiburan Lan Kwai Fong dan kawasan dekat Victoria Harbour, serta di pusat-pusat perbelanjaan besar di Hong Kong.


Laporan surat kabar South China Morning Post (SCMP) yang mengutip sumber-sumber tanpa nama menyatakan kepolisian Hong Kong akan mengerahkan lebih dari 6 ribu personel untuk mengamankan situasi dan mengantisipasi potensi bentrokan saat unjuk rasa malam Tahun Baru. Para demonstran dan kelompok-kelompok HAM sebelumnya mengkritik polisi yang menggunakan kekerasan berlebihan saat menangani unjuk rasa.

"Saya bergabung dengan unjuk rasa saat makan siang untuk memberitahu warga Hong Kong bahwa kita tidak menyerah menuntut lima tuntutan. Harapan Tahun Baru saya adalah gerakan ini bisa segera berakhir," ujar seorang demonstran bernama Kong (40).

"Saya seorang ibu dari dua anak, saya berhenti membawa anak-anak saya ikut unjuk rasa sekarang karena semakin berbahaya bagi mereka untuk bergabung dan saya tidak tahu lagi yang mana polisi baik atau polisi jahat," imbuhnya.


Saat Tahun Baru atau hari pertama tahun 2020, puluhan ribu demonstran diperkirakan akan ikut aksi besar-besaran di jalanan Hong Kong yang telah mendapat izin kepolisian. Para penyelenggara unjuk rasa mengharapkan bisa menjaga momentum aksi protes hingga tahun 2020 nanti.

"Pada hari Tahun Baru, kita perlu menunjukkan solidaritas kita ... untuk melawan pemerintah. Kita berharap warga Hong Kong akan turun ke jalanan demi masa depan Hong Kong," tegas Jimmy Sham selaku ketua penyelenggara unjuk rasa, Civil Human Rights Front, kepada wartawan setempat.

Halaman

(nvc/idh)