Saudi Cokok Ratusan Orang Berbaju Tak Sopan dan Pelecehan saat Dugem

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 30 Des 2019 03:58 WIB
Foto ilustrasi: Warga Saudi menghadiri MDL Beast Fest, konser musik EDM atau biasa diasosiasikan sebagai musik dugem, di pinggiran kota Riyadh. (Fayez Nureldine/AFP)
Riyadh - Arab Saudi telah menangkap lebih dari 200 orang karena melanggar aturan 'kesopanan publik', termasuk mengenakan pakaian tak sopan dan pelecehan. Ini juga termasuk setelah adanya laporan-laporan pelecehan usai festival musik EDM (musik joget elektronik) di Riyadh.

Dilansir AFP, Senin (30/12/2019), jumlah 200 orang itu terhitung sejak September, sejak Arab Saudi menyatakan akan menghukum pelanggar 'kesopanan publik', termasuk mengenakan busana tidak sopan dan mempertontonkan kasih sayang.



Pria dan wanita harus menghindari "busana ketat" atau pakaian dengan bahasa dan gambar yang tidak patut. Hal itu tertera dalam instruksi berbahasa Inggris di situs otoritas turisme Saudi. Perempuan harus menutup bahu dan lututnya saat berada di tengah publik. Petunjuk kesopanan tersebut muncul pertama kali di kabinet pada April lalu dan dipahami mengandung kekaburan interpretasi.

Terbaru, sekitar 120 pria dan wanita telah ditangkap dalam sepekan terakhir karena melanggar norma-norma tersebut. Polisi setempat menyatakan mereka juga mengenakan busana yang tidak patut. Hukuman akan dikenakan terhadap pelanggar aturan. Belum ada kejelasan soal berapa lama penahana ini akan berlangsung.



88 Orang lainnya ditangkap karena sejumlah kasus pelecehan. Polisi menyampaikan hal ini dalam pernyataan terpisah, konteksnya adalah perempuan-perempuan menyampaikan komplain di media sosial bahwa mereka dilecehkan pada festival MDL Beast di Riyadh, awal bulan ini.



Tonton juga video Poros Saunesia, Kerajaan Saudi Siap Investasi Miliar USD:


Selanjutnya
Halaman
1 2