Presiden Macron Klaim Pasukan Prancis Bunuh 33 Teroris di Mali

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 22 Des 2019 02:42 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macronn (Foto: DW News)
Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan 33 'teroris' telah 'dinetralkan' dalam sebuah operasi oleh pasukan Prancis di Mali tengah.

Dilansir AFP, Sabtu (12/21/2019), hal itu disampaikan Macron dalam pidatonya pada komunitas Prancis di Pantai Gading bahwa tentara Prancis juga telah melepaskan dua polisi militer Mali yang ditahan oleh para jihadis di kota Mopti. Seorang sumber mengatakan maksud 'dinetralkan' adalah dibunuh.


"Keberhasilan yang cukup besar ini menunjukkan komitmen pasukan kami, dukungan yang kami bawa ke Mali, ke kawasan itu dan keamanan kami sendiri," kata Macron.

"Kami telah kehilangan, kami juga memiliki kemenangan pagi ini berkat komitmen tentara kami dan Operasi Barkhane," katanya, merujuk pada operasi militer Prancis terhadap gerilyawan Islam di Sahel.




Macron mengunjungi Pantai Gading untuk merayakan Natal bersama pasukan Prancis. Dia mengatakan bawa Paris akan bekerja untuk memberikan 'kekuatan baru' untuk memerangi militan Islam di wilayah Sahel Afrika.

Pemberontakan jihadis di beberapa negara miskin Sahel akan menjadi prioritas teratas dalam agenda Macron dalam 48 jam masa tinggalnya di wilayah di mana serangan telah menyebar sejak militan Islam dimulai tujuh tahun lalu di Mali.

Bulan lalu, 13 tentara Prancis tewas dalam kecelakaan helikopter di Mali utara saat mereka mengejar jihadis. Kecelakaan itu merupakan kerugian satu hari terbesar bagi militer Prancis dalam hampir empat dekade dan menimbulkan pertanyaan baru tentang efektivitas operasi 4.500 anggota Barkhane di Sahel di Perancis.
Halaman

(mae/rfs)