Polisi Hong Kong Bekukan Dana Unjuk Rasa Rp 123 Miliar

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 20 Des 2019 17:17 WIB
Ilustrasi (AP Photo)
Hong Kong - Kepolisian Hong Kong membekukan dana unjuk rasa sebesar HK$ 70 juta (Rp 123,5 miliar). Empat orang ditangkap terkait dugaan pencucian uang yang masih berhubungan dengan dana tersebut.

Seperti dilansir AFP, Jumat (20/12/2019), Kepolisian Hong Kong dalam pernyataannya menyebut penyelidikan fokus pada Spark Alliance, sebuah platform online non-profit yang dibentuk tahun 2016. Disebutkan polisi bahwa platform online itu bertugas mengumpulkan sumbangan untuk mendukung para pengkritik otoritas Hong Kong yang pro-China.


Spark Alliance disebut sebagai salah satu dari dua platform penggalangan dana online yang telah mengumpulkan jutaan dolar untuk memberikan bantuan legal dan bantuan lainnya bagi orang-orang yang ditangkap dalam unjuk rasa antipemerintah yang berlangsung di Hong Kong sejak awal Juni lalu. Namun, menurut polisi, sejumlah uang sumbangan itu digunakan oleh pemilik platform untuk investasi lainnya.

"Kami menemukan bahwa uang yang disumbangkan itu ditransfer ke sebuah perusahaan cangkang (shell company) dan sebagian besar dari dana ini diinvestasikan dalam produk asuransi pribadi," sebut Inspektur Chan Wai-kei dari Kepolisian Hong Kong kepada wartawan setempat.

"Penerima manfaat dari produk-produk ini adalah penanggung jawab perusahaan cangkang," imbuhnya.

Kepolisian Hong Kong menangkap empat orang, yang berusia antara 17-50 tahun, terkait dana yang dibekukan. Empat orang yang terdiri dari tiga pria dan satu wanita itu ditangkap atas dugaan pencucian uang. Salah satu di antaranya disebut sebagai direktur perusahaan cangkang.
Selanjutnya
Halaman
1 2