6 Orang Tewas dalam Bentrokan Memprotes UU Kewarganegaraan India

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 16 Des 2019 10:52 WIB
Sebuah bus dibakar dalam bentrokan di New Delhi (AP Photo)
Sebuah bus dibakar dalam bentrokan di New Delhi (AP Photo)
New Delhi - Unjuk rasa menentang undang-undang kewarganegaraan di India yang diwarnai bentrokan terus memakan korban jiwa. Sejauh ini korban tewas dalam bentrokan dilaporkan bertambah menjadi enam orang.

Seperti dilansir AFP, Senin (16/12/2019), para demonstran yang marah berjanji akan terus melanjutkan aksi memprotes UU yang memicu perdebatan itu. Ketegangan tetap tinggi di wilayah Guwahati, Assam, yang menjadi pusat unjuk rasa. Tentara India berpatroli di ruas jalanan setempat.

Di wilayah Assam, sedikitnya empat orang tewas setelah ditembak polisi. Satu orang lainnya tewas saat toko yang menjadi tempatnya tidur dibakar oleh demonstran. Korban keenam tewas setelah dipukuli massa saat bentrokan berlangsung.


Sekitar 5 ribu orang ikut serta dalam unjuk rasa besar-besaran di Guwahati pada Minggu (15/12) waktu setempat. Ratusan personel kepolisian dikerahkan untuk mengawal jalannya unjuk rasa.

UUU kewarganegaraan yang diloloskan parlemen pada Rabu (11/12) lalu, memperbolehkan otoritas India untuk mengabulkan status kewarganegaraan bagi jutaan imigran ilegal yang masuk ke India dari tiga negara lainnya pada atau sebelum 31 Desember 2014.

Namun aturan hukum itu tidak berlaku bagi imigran ilegal yang muslim. Undang-undang ini tidak hanya memicu kekhawatiran di kalangan warga muslim, namun juga bagi warga setempat yang mengkhawatirkan 'serbuan' imigran Hindu dari Bangladesh yang selama ini dianggap penyusup asing.

"Assam akan terus menggelar protes. India adalah negara demokrasi dan pemerintah harus mendengar kami," ucap Karan Mili yang salah satu koleganya tewas dalam bentrokan.

Aksi warga menolak undang-undang kewarganegaraan di IndiaAksi warga menolak undang-undang kewarganegaraan di India Foto: AP Photo/Ajit Solanki

Selanjutnya
Halaman
1 2