Umumkan 2 Dakwaan Pemakzulan, DPR AS Sebut Trump Khianati Negara

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 11:43 WIB
Donald Trump (AP Photo/Matt Rourke)
Donald Trump (AP Photo/Matt Rourke)
Washington DC - Partai Demokrat pada House of Representatives (HOR) atau DPR Amerika Serikat (AS) mengumumkan dua dakwaan pemakzulan yang dijeratkan terhadap Presiden Donald Trump. Inti dari dakwaan pemakzulan itu menetapkan Trump telah 'mengkhianati negara'.

Seperti dilansir Associated Press dan AFP, Rabu (11/12/2019), dakwaan pemakzulan itu menyatakan Trump telah 'mengkhianati negara' dengan tindakannya menekan Ukraina demi menguntungkan kepresidenannya dan membentuk pemilihan presiden (pilpres) 2020 mendatang.

Dua dakwaan pemakzulan yang dijeratkan pada Trump adalah penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres AS.


Dua dakwaan pemakzulan itu terkait dengan penyelidikan komisi DPR AS terhadap laporan seorang whistleblower soal percakapan telepon antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di mana Trump minta bantuan Ukraina untuk menyelidiki mantan Wakil Presiden AS Joe Biden yang berpotensi menjadi penantang utama Trump dalam pilpres 2020.

Dakwaan pertama soal penyalahgunaan kekuasaan, menyatakan Trump 'secara korup' meminta Ukraina untuk menyelidiki rival-rival politiknya. Trump dituduh memanfaatkan bantuan keamanan AS nyaris US$ 400 juta dan potensi pertemuan di Gedung Putih dengan Zelensky untuk mendorong Ukraina mengumumkan secara publik penyelidikan terhadap Biden, juga terhadap teori yang dibantah bahwa Ukraina, bukan Rusia, yang mencampuri pilpres tahun 2016 lalu.

Dakwaan kedua, soal menghalangi Kongres AS, menyatakan Trump telah mengarahkan perlawanan terhadap kemampuan DPR AS untuk melakukan pengawasan hukum. Trump dituduh menentang dan menghalangi upaya DPR AS untuk menyelidiki skandal Ukraina tersebut.
Selanjutnya
Halaman
1 2