Korban Tewas Letusan Gunung Api Selandia Baru Bertambah Jadi 5 Orang

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 00:22 WIB
Foto dari udara menunjukkan erupsi gunung api di White Island, Selandia BaruFoto: George Novak/New Zealand Herald via APFoto dari udara menunjukkan erupsi gunung api di White Island, Selandia BaruFoto dari udara menunjukkan erupsi gunung api di White Isl
Foto dari udara menunjukkan erupsi gunung api di White Island, Selandia BaruFoto: George Novak/New Zealand Herald via APFoto dari udara menunjukkan erupsi gunung api di White Island, Selandia BaruFoto dari udara menunjukkan erupsi gunung api di White Isl
Jakartaton - Jumlah korban tewas akibat erupsi gunung api di Pulau White Island, Selandia Baru yang kerap dikunjungi turis bertambah. Korban tewas bertambah menjadi 5 orang dan puluhan orang masih hilang.

Korban tewas dan hilang itu terdiri dari warga Selandia Baru dan juga turis dari luar pulau. Wakil Komisaris Polisi John Tims mengatakan tidak bisa memberikan angka tepat untuk orang-orang yang dinyatakan hilang.

Namun, Tims mengungkapkan hampir 50 orang tengah berada di pulau itu saat erupsi terjadi, 23 orang telah diselamatkan termasuk 5 orang yang tewas. 18 orang yang selamat, kata dia, mengalami luka dan luka bakar.

Tims menjelaskan saat ini, pulau tersebut masih sangat berbahaya bagi para penyelamat untuk mencari orang-orang yang hilang. Kendati demikian, dia mengatakan, tim penyelamat sangat ingin kembali ke Pulau White Island secepat mungkin.



Seperti dilansir Associated Press dan AFP, Senin (9/12/2019), gunung api yang ada di sebuah pulau kecil bernama White Island ini mengalami erupsi pada Senin (9/12) sore waktu setempat. Gunung api ini terpantau memuntahkan sejumlah besar abu dan kepulan uap panas ke udara.

Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern menyebut belasan turis sedang berada di dalam atau di dekat White Island saat erupsi terjadi. Disebutkan PM Ardern bahwa beberapa turis yang terjebak merupakan turis asing, namun dia tidak menyebut jumlah pasti maupun asal negaranya.

"Kami mengetahui bahwa sejumlah turis ada di dalam dan sekitar pulau itu pada saat kejadian, baik warga Selandia Baru dan pengunjung dari luar negeri," sebut PM Ardern dalam pernyataannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2