Putri Eks PM Australia Diminta Bungkam Soal Pemerkosaan yang Dialaminya

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 09 Des 2019 14:27 WIB
Mendiang Bob Hawke dalam foto tahun 2010 (WILLIAM WEST/AFP)
Mendiang Bob Hawke dalam foto tahun 2010 (WILLIAM WEST/AFP)
Canberra - Anak perempuan dari mantan Perdana Menteri (PM) Australia, Bob Hawke, mengklaim bahwa dirinya diminta sang ayah untuk bungkam soal pemerkosaan yang dialaminya karena sang ayah khawatir akan merusak karier politiknya. Pemerkosaan itu diduga dilakukan salah satu sekutu politik Hawke.

Seperti dilansir AFP, Senin (9/12/2019), informasi mengejutkan ini dilaporkan oleh media lokal Australia, New Daily, pada akhir pekan. Informasi ini diungkapkan Rossyln Dillon yang merupakan anak perempuan Hawke, saat dia mengajukan gugatan harta warisan ke pengadilan setempat.

Laporan New Daily menyebut bahwa Dillon diperkosa sebanyak tiga kali oleh seorang anggota parlemen Australia dari Partai Buruh -- yang tidak disebut namanya -- pada tahun 1980-an silam.


Menurut dokumen pengadilan, Dillon mengakui ayahnya -- salah satu PM Australia paling populer -- menyuruh dirinya untuk tidak melaporkan pemerkosaan yang dialaminya saat itu, demi menghindari kontroversi menjelang pemilihan ketua Partai Buruh tahun 1982 lalu.

Tindak pemerkosaan itu terjadi saat Hawke masih menjadi anggota parlemen Australia dan berniat mengajukan diri menjadi ketua Partai Buruh serta berniat menjadi PM Australia.

Pada tahun 1982 silam, Hawke gagal menjadi ketua Partai Buruh. Namun dia berhasil mencapai tujuannya setahun kemudian, atau pada tahun 1983. Hawke menjabat ketua Partai Buruh dan PM Australia antara tahun 1983 hingga 1991 lalu.
Selanjutnya
Halaman
1 2