Puluhan Beruang Kutub Masuk Desa di Rusia untuk Cari Makan, Warga Resah

Jabbar Ramdhani - detikNews
Sabtu, 07 Des 2019 00:34 WIB
Puluhan beruang kutub masuk ke desa di pedalaman Rusia untuk mencari makan (Maxim Dyominov/WWF-Russia)
Moskow - Puluhan beruang kutub masuk ke sebuah desa di timur jauh Rusia untuk mencari makanan. Situasi ini memaksa acara publik dibatalkan dan membuat warga berlindung di rumah.

Kepala "patroli beruang", Tatyana Minenko, mengatakan kepada kantor berita negara Rusia, RIA Novosti, ada sekitar 60 beruang kutub muncul di Ryrkaypiy, di wilayah Chukotka yang terpencil di Rusia.

Beruang kutub tersebut sedang memakan bangkai walrus yang tetap berada di pantai desa sejak musim gugur, kata cabang World Wide Fund for Nature (WWF) cabang Rusia, dalam sebuah pernyataan.


"Hampir semua beruang kurus," kata Minenko dalam pernyataan WWF seperti dilansir dari CNN, Jumat (7/12/2019).

"Mereka terdiri dari beruang dewasa dan hewan muda; ada betina dengan anak-anak dari berbagai usia," katanya.

Ryrkaypiy memiliki populasi sekitar 500 penduduk, menurut kantor berita pemerintah TASS. Daerah ini terletak di dekat pantai Samudra Arktik dan menghadap Pulau Wrangel, yang dikenal sebagai "rumah bersalin" untuk beruang kutub.

Menurut WWF, suhu yang lebih tinggi dari biasanya menyebabkan es mencair, yang mempengaruhi kebiasaan berburu beruang.


"Jika esnya cukup kuat, beruang, atau setidaknya beberapa dari mereka, akan sudah melaut, di mana mereka dapat berburu anjing laut atau hewan laut," kata koordinator proyek WWF-Rusia untuk konservasi Keanekaragaman hayati Arktik, Mikhail Stishov.

"Kita perlu beradaptasi dengan hal ini sehingga tidak ada manusia maupun beruang yang menderita," tambahnya

Relawan dan warga telah mulai berpatroli di daerah sekitar desa, termasuk sekolah, dan taman kanak-kanak. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi pertemuan dengan para tamu yang tak terduga, kata WWF. Semua acara publik telah dibatalkan dan anak-anak diangkut ke sekolah dengan bus.

"Situasi psikologis di (Ryrkaypiy) rumit, para wanita khawatir, karena anak-anak mereka berjalan ke sekolah," kata ilmuwan di Institut Masalah Biologis Rusia Utara, Anatoly Kochnev, kepada kantor berita negara TASS.
Halaman

(jbr/maa)