Paris Rusuh, Polisi Bubarkan Demonstran dengan Gas Air Mata

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 00:54 WIB
Suasana Paris, Prancis, saat demo menentang reformasi pensiun, 5 Desember 2019. (AFP)
Suasana Paris, Prancis, saat demo menentang reformasi pensiun, 5 Desember 2019. (AFP)
Jakarta - Demonstrasi menentang kebijakan Presiden Prancis Emmanuel Macron tengah membara di Paris. Kini polisi mulai bertindak. Mereka membubarkan demonstran dengan gas air mata.

Dilansir AFP, Jumat (6/12/2019), polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang membakar kendaraan di lokasi unjuk rasa.



Selain itu, menurut laporan AFP, massa juga menghancurkan jendela-jendela di sekitar lokasi. Posisi kerusuhan ini ada di dekat alun-alun The Place de la République.

Ribuan massa menentang rencana reformasi pensiun. Awalnya, mereka mogok kerja dan akhirnya berubah rusuh. Dilansir DW, Presiden Emmanuel Macron berencana mereformasi sistem pensiun karena terlalu mahal dan dinilainya "tidak adil".



Saat ini memang ada bermacam-macam sistem pensiun di Prancis. Usia masuk pensiun bervariasi dari 55 tahun sampai 62 tahun.

Presiden Macron ingin sistem pensiun yang "universal", yang merupakan salah satu janji utamanya dalam kampanye. Namun serikat pekerja mengatakan, reformasi yang diusulkan akan memaksa jutaan pekerja di sektor swasta untuk bekerja lebih lama di atas 62 tahun sampai bisa menerima pensiun penuh.




Tonton juga video 27 Pengunjuk Rasa di Irak Tewas dalam 24 Jam:

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)