Polisi AS Diselidiki Usai Ketahuan Meraba Mayat Wanita

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 18:06 WIB
Foto: REUTERS/Benoit Tessier
Los Angeles - Seorang polisi anggota Kepolisian Los Angeles (LAPD) di Amerika Serikat (AS) tengah diselidiki karena meraba bagian privat dari sesosok mayat wanita. Perilaku cabul polisi ini terekam kamera (body camera) yang terpasang di tubuhnya.

Diketahui bahwa setiap polisi di AS kini wajib memasang body camera di tubuhnya. Body camera itu biasanya terpasang di bagian torso pada seragam sang polisi dan bertujuan untuk merekam setiap peristiwa yang terjadi saat polisi menjalankan tugasnya.

Seperti dilansir AFP, Kamis (5/12/2019), seorang juru bicara kepolisian setempat, Letnan Chris Ramirez, mengonfirmasi adanya penyelidikan terhadap seorang personel LAPD, namun dia enggan membahas penyelidikan kasus itu secara detail.

"Kami menyadari kasus itu dan penyelidikan administratif telah dimulai," sebut Ramirez kepada AFP. "Kami tidak bisa membahas kasus ini karena itu persoalan pribadi dan karena masalah litigasi," imbuhnya.


Seorang pejabat kepolisian yang memahami penyelidikan kasus ini, menuturkan kepada AFP bahwa insiden itu terjadi saat polisi yang tidak disebut identitasnya itu dan rekannya merespons laporan soal seorang wanita yang diduga tewas di sebuah unit apartemen.

Begitu kedua polisi itu memastikan wanita tersebut sudah meninggal, salah satu dari polisi itu meninggalkan ruangan. "Salah satu polisi yang dituduh, kembali masuk ke lokasi mayat wanita itu dan diduga meraba payudaranya," kata pejabat kepolisian yang enggan disebut namanya itu.

Meskipun polisi itu mematikan body camera yang dipakainya, buffer sekitar 2 menit pada kamera sempat merekam insiden tersebut.

Disebutkan pejabat kepolisian itu bahwa rekaman yang menunjukkan perilaku cabul itu terungkap saat pemeriksaan acak dan reaksi yang muncul kebanyakan menunjukkan rasa 'sangat jijik' pada perilaku si polisi itu.

"Tindakan ini tidak punya tempat dalam penegakan hukum atau di mana pun. Harus ada dan selalu ada rasa hormat bagi orang-orang yang telah meninggal, dan mulai dari bawahan hingga atasan, semuanya jijik pada hal ini," ucap pejabat kepolisian tersebut.


Dalam pernyataan terpisah, Liga Perlindungan Polisi Los Angeles, serikat yang mewakili polisi, menyebut tuduhan itu 'sangat mengganggu'. "Jika tuduhan ini benar, maka perilaku yang ditunjukkan polisi ini tidak hanya salah, tapi juga sangat mengganggu, dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kami pegang teguh sebagai polisi dan nilai-nilai ini termasuk rasa hormat pada jasad," demikian pernyataan Liga Perlindungan Polisi Los Angeles.

Polisi yang sedang diselidiki karena perilaku cabul ini, tengah dinonaktifkan sementara selama penyelidikan berlangsung.

(nvc/ita)