3 Warganya Batal Dihukum Mati, Meksiko Berterima Kasih pada Sultan Johor

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 16:55 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Kuala Lumpur - Pemerintah Meksiko mengucapkan terima kasih kepada penguasa Johor, Malaysia, Sultan Ibrahim Ibni Almarhum Sultan Iskandar karena mengganti hukuman mati untuk tiga warga negaranya atas kasus perdagangan narkoba pada tahun 2018.

Dalam statemen yang diposting di laman resmi Facebook milik Sultan Ibrahim, pemerintah Meksiko di bawah kepemimpinan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sultan Ibrahim yang meringankan hukuman untuk tiga pria kakak-beradik, dari hukuman mati menjadi hukuman penjara seumur hidup.

Seperti dilansir media The Star, Kamis (5/12/2019), Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Luis Ebrard Casaubon menandatangani surat apresiasi, yang disampaikan kepada Sultan Ibrahim oleh Duta Besar Meksiko untuk Malaysia, Carlos Felix Corona pada Kamis (5/12) ini.


Dilaporkan bahwa Sultan Johor itu telah membatalkan hukuman mati tersebut setelah lobi selama bertahun-tahun oleh para diplomat Meksiko.


Ketiga pria Meksiko kakak-beradik itu -- Simon, Luis Alfonso dan Jose Regino Gonzalez Villarreal ditangkap dalam operasi penggerebekan di sebuah lab methamphetamine di Johor pada Maret 2008 silam.

Ketiga pria yang berasal dari negara bagian Sinaloa, Meksiko -- tempat asal gembong kartel narkoba yang dipenjara, Joaquin "El Chapo" Guzman -- bersikeras bahwa mereka tidak bersalah. Mereka mengklaim bahwa mereka direkrut untuk membersihkan gedung lab tersebut dan tidak mengetahui apa yang ada di dalam gedung.


Pengadilan Malaysia menjatuhkan vonis mati dengan cara digantung pada Mei 2012. Vonis mati itu diperkuat oleh putusan pengadilan banding pada tahun 2013. Pemerintah Meksiko yang tidak memberlakukan hukuman mati, telah mendesak agar hukuman mati itu diganti. (ita/ita)