China Panggil Dubes AS Usai Trump Teken RUU Dukung Demonstran Hong Kong

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 14:56 WIB
Demonstran Hong Kong memasang poster bertuliskan ucapan terima kasih untuk Presiden AS Donald Trump (AP Photo/Kin Cheung)
Demonstran Hong Kong memasang poster bertuliskan ucapan terima kasih untuk Presiden AS Donald Trump (AP Photo/Kin Cheung)
Beijing - Otoritas China memanggil Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk China, Terry Branstad, untuk menyampaikan 'protes keras' terkait legislasi pro-demonstran Hong Kong. China meminta AS untuk berhenti mencampuri urusan internal negaranya dan berhenti semakin merusak hubungan bilateral kedua negara.

Seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (28/11/2019), Dubes Branstad dipanggil oleh Wakil Menteri Luar Negeri China, Le Yucheng, pada Kamis (28/11) atau sehari setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani legislasi yang mendukung demonstran pro-demokrasi di Hong Kong, meski ditentang keras oleh China.


Kepada Dubes Brantsad, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China, Le menyampaikan 'protes keras' dari pemerintah China untuk pemerintah AS. Le juga mengutarakan tuntutan China, yakni agar AS 'memperbaiki kesalahannya dan mengubah arah (kebijakan)'.

Le, seperti dilaporkan Associated Press, juga mendorong AS untuk tidak menerapkan RUU itu demi mencegah kerusakan lebih besar terhadap hubungan AS-China.

Dalam pernyataan resmi pada Kamis (28/11) waktu setempat, Kementerian Luar Negeri China sebelumnya menyebut dua rancangan undang-undang (RUU) yang diteken Trump pada Rabu (27/11) waktu setempat, sebagai campur tangan serius dalam urusan China.
Selanjutnya
Halaman
1 2