Arab Saudi Tahan 9 Aktivis-Jurnalis dalam Penggerebekan Terbaru

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 12:47 WIB
Ilustrasi (Dok. REUTERS/Murad Sezer)
Ilustrasi (Dok. REUTERS/Murad Sezer)
Riyadh - Arab Saudi dilaporkan menahan sedikitnya sembilan akademisi, penulis dan aktivis. Hal ini menjadi yang terbaru dalam rentetan penahanan para intelektual dalam dua tahun terakhir. Alasan penahanan tidak diketahui pasti.

Seperti dilansir AFP, Selasa (26/11/2019), penahanan ini menggarisbawahi apa yang oleh para pengamat disebut sebagai meningkatnya represi dan otoritarianisme di bawah Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), yang secara de-facto memimpin Kerajaan Saudi.


Dalam operasi terbaru yang dimulai 16 November, seperti disebutkan kelompok pejuang HAM ALQST, otoritas Saudi menggerebek rumah sembilan jurnalis, blogger dan aktivis di berbagai kota termasuk Riyadh, Jeddah dan Hail. Dalam penggerebekan itu, sejumlah laptop dan telepon genggam disita.

"Otoritas Saudi telah melakukan gelombang penangkapan baru terhadap para jurnalis dan aktivis, wanita dan pria, dalam beberapa hari terakhir, sebagai kelanjutan dari langkah keras mereka sebelumnya terhadap masyarakat sipil," sebut ALQST dalam pernyataannya.

"Pada saat bersamaan, otoritas setempat meningkatkan penyiksaan terhadap para tahanan yang sudah ada, dengan melakukan penyiksaan berkelanjutan, pelecehan seksual dan tindak penganiayaan lainnya," imbuh pernyataan ALQST.


Prisoners of Conscience, sebuah kelompok yang melacak para tahanan politik menyebut sedikitnya ada 10 orang yang ditahan otoritas Saudi dalam penggerebekan terbaru di berbagai wilayah.
Selanjutnya
Halaman
1 2