Brutal! Seorang Pria di Sydney Tinju dan Injak Kepala Wanita Hamil

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 13:49 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Korban yang berusia 31 tahun, disebut oleh polisi setempat, sedang hamil 38 minggu saat serangan terjadi. Identitas korban tidak diungkap ke publik. Pihak kepolisian hanya menyebut korban dilarikan ke rumah sakit usai insiden itu dan kini telah diperbolehkan pulang.

"Jika bukan karena tindakan berani dari anggota masyarakat ini dalam menghentikan serangan, korban sangat mungkin menderita luka-luka yang jauh lebih serius," ucap Inspektur Polisi Luka Sywenkyj dari kepolisian setempat.

Pihak kepolisian setempat menolak untuk mengomentari soal dugaan motif pelaku penyerangan. Namun polisi membuka kemungkinan untuk menjeratkan dakwaan tambahan terhadap pelaku.


Dalam pernyataan terpisah, Dewan Federasi Islam Australia (AFIC) yang merupakan asosiasi Islam terkemuka di Australia menyebut pelaku sempat terdengar 'meneriakkan ujaran kebencian anti-Islam kepada korban dan teman-temannya'.

"Ini jelas merupakan serangan rasis dan Islamofobia dan kami mengharapkannya untuk ditangani sepantasnya," tegas Presiden AFIC, Rateb Jneid, dalam pernyataannya.

Diketahui bahwa laporan terbaru dari para peneliti pada Charles Sturt University menyatakan bahwa Islamofobia di Australia merupakan 'fenomena berkelanjutan' dan wanita-wanita yang memakai hijab berada dalam bahaya. Dari 113 wanita yang melapor menjadi korban intimidasi atau dilecehkan secara fisik, para peneliti mendapati bahwa 96 persen di antaranya memakai hijab.
Halaman

(nvc/ita)