Dijerat 3 Dakwaan Korupsi, PM Israel Benjamin Netanyahu Melawan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 10:48 WIB
Benjamin Netanyahu (AP Photo/Oded Balilty)
Benjamin Netanyahu (AP Photo/Oded Balilty)
Tel Aviv - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menjadi PM pertama di negara Yahudi itu yang didakwa atas korupsi. Atas dakwaan tersebut, Netanyahu mengecam keras dan menyebutnya sebagai 'upaya kudeta' terhadapnya.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Jumat (22/11/2019), Jaksa Agung Israel, Avichai Mandelblit, mengumumkan tiga dakwaan korupsi terkait penyuapan, penipuan dan pelanggaran kepercayaan yang dijeratkan terhadap Netanyahu, yang merupakan PM Israel yang paling lama menjabat.

Tiga dakwaan yang dijeratkan terhadap Netanyahu terdiri dari menerima hadiah senilai ratusan ribu dolar AS dari teman-temannya yang miliarder, kemudian menawarkan bantuan kepada penerbit surat kabar setempat dengan imbalan tertentu, dan menggunakan pengaruhnya untuk membantu pengusaha telekomunikasi setempat dengan imbalan ulasan positif.


Dakwaan paling serius yang menjerat Netanyahu terkait kasus 'Kasus-4000' di mana dia dituduh meloloskan regulasi yang menguntungkan temannya, seorang pengusaha telekomunikasi Shaul Elovitch. Regulasi itu disebut memberi keuntungan lebih dari US$ 250 juta (Rp 3,4 triliun) untuk Bezeq, perusahaan milik Elovitch.

Sebagai imbalan atas regulasi yang menguntungkan Elovitch, salah satu situs berita online milik Bezeq, Walla, merilis artikel-artikel positif soal Netanyahu dan keluarganya. Dua ajudan dekat Netanyahu disebut telah memberikan keterangan yang memberatkan Netanyahu dalam kasus ini.

Satu dakwaan lainnya berkaitan dengan miliarder Arnon Milchan asal Israel dan James Packer asal Australia, yang disebut sebagai 'saluran suplai' champagne dan cerutu untuk Netanyahu. Diperkirakan hadiah berupa champagne dan cerutu untuk Netanyahu mencapai nilai US$ 200 ribu (Rp 2,7 miliar) dari keduanya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3