Selundupkan 18 Ribu Bungkus Rokok ke Malaysia, 3 Pria WNI Dibui 10 Bulan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 15 Nov 2019 13:32 WIB
Ilustrasi (Reuters)
Ilustrasi (Reuters)
Kuala Lumpur - Tiga pria asal Indonesia (WNI) disidang di pengadilan Malaysia atas tindak pidana penyelundupan puluhan ribu rokok. Ketiganya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman masing-masing 10 bulan penjara oleh pengadilan setempat.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Jumat (15/11/2019), ketiga WNI itu diidentifikasi bernama Sulaiman (30), Chandra Saputra (20) dan Andy (38). Dalam persidangan, ketiganya telah mengakui bersalah atas dakwaan penyelundupan yang dijeratkan kepada mereka.

Hakim Siti Hajar Ali, dalam persidangan di Johor pada Kamis (14/11) waktu setempat, menjatuhkan vonis masing-masing 10 bulan penjara untuk ketiga terdakwa. Hakim Siti memerintahkan agar masa hukuman para terdakwa dijalani sejak persidangan digelar.


Oleh otoritas Malaysia, ketiga WNI itu didakwa menyelundupkan 18.000 bungkus rokok tanpa cukai. Rokok-rokok ilegal itu di bawah dengan sebuah kapal dan kemudian diangkut menggunakan tiga kendaraan.

Rokok-rokok itu ketahuan diselundupkan ke wilayah Malaysia pada 6 November lalu di dekat Sungai Tiram, Ulu Tiram, Johor Baru. Total 18 ribu bungkus rokok yang diselundupkan itu ditaksir bernilai 40 ribu Ringgit (Rp 136 juta).

Ketiga terdakwa dalam kasus ini juga diperintahkan untuk menjalani hukuman penjara tambahan selama 30 bulan jika tidak membayar bea masuk (import duty) sebesar 57 ribu Ringgit (Rp 194,3 juta) untuk setiap terdakwa.

Barang-barang yang diselundupkan itu masuk daftar terlarang di bawah Instruksi Bea Cukai (Larangan Impor) tahun 2017. Tindakan ketiga terdakwa dinyatakan melanggar pasal 135 ayat 1e Undang-undang Bea Cukai tahun 1967.

Aktivitas penyelundupan rokok ini memicu kerugian cukai sebesar 194 ribu Ringgit (Rp 654,8 juta).

Dalam putusannya, hakim Siti memerintahkan penyitaan properti untuk barang-barang yang disita saat operasi penangkapan, termasuk sebuah kapal dengan tiga mesin dan tiga kendaraan.

(nvc/fdn)