3 Orang Ditikam Saat Tampil di Panggung Riyadh, 1 Pria Yaman Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 12 Nov 2019 08:11 WIB
Ilustrasi (iStock)
Ilustrasi (iStock)

Diketahui bahwa King Abdullah Park yang ada di Riyadh sedang menjadi lokasi digelarnya festival hiburan bernama 'Riyadh Season' yang akan berlangsung selama dua bulan. Festival itu merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk lebih membuka Saudi kepada turis-turis, khususnya turis asing dan memicu diversifikasi bagi perekonomian negara kerajaan tersebut yang selama ini terlalu bergantung pada minyak.

Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, yang merupakan pemimpin de-facto Saudi telah mencetuskan serangkaian reformasi termasuk mengizinkan digelarnya konser, membuka kembali bioskop dan mencabut larangan mengemudi bagi kaum wanita setempat.


Kini banyak artis-artis internasional, mulai dari ikon pop Janet Jackson, rapper 50 Cent hingga boyband Korea BTS, yang diperbolehkan tampil di Saudi. Hal semacam ini jelas tak mungkin terjadi beberapa tahun lalu.

Namun di sisi lain, reformasi semacam ini berpotensi memicu bahaya dan kemarahan, khususnya dari kalangan konservatif di Saudi, termasuk para ulama garis keras dan polisi syariah yang wewenangnya semakin menyusut beberapa tahun ini.

"Risiko adanya serangan semacam ini terhadap pengenalan hiburan publik baru-baru ini, yang banyak dikecam ulama, menjadi alasan penting (pemerintah) memberlakukan kebijakan nol toleransi terhadap serangan publik terhadap perubahan dan reformasi," sebut analis Saudi, Ali Shihabi, via Twitter.

Halaman

(nvc/asp)