Iran dan Rusia Resmikan Fase Baru Pembangunan Reaktor Nuklir

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 13:06 WIB
Rusia membantu membangun reaktor pertama di pusat pembangkit listrik tenaga nuklir milik Iran di Bushehr (AFP Photo/ATTA KENARE)
Rusia membantu membangun reaktor pertama di pusat pembangkit listrik tenaga nuklir milik Iran di Bushehr (AFP Photo/ATTA KENARE)

Namun kesepakatan itu tidak mewajibkan Iran untuk menghentikan penggunaan energi nuklir bagi pembangkit listrik.

"Dalam visi jangka panjang hingga tahun 2027-2028, saat proyek-proyek ini selesai, kita akan mendapatkan 3 ribu megawatt listrik yang dihasilkan oleh pembangkit nuklir," ujar Salehi dalam seremoni peluncuran tersebut.

Diketahui bahwa Iran tengah berupaya mengurangi ketergantungan pada minyak dan gas melalui pengembangan fasilitas tenaga nuklir.


Rusia sendiri diketahui telah membantu membangun reaktor 1.000 megawatt di Bushehr yang telah terhubung sejak September 2011 lalu. AEOI menyebut Rusia diperkirakan akan membantu pembangunan reaktor ketiga di masa mendatang. Sebagai bagian dari kesepakatan nuklir tahun 2015, Rusia akan memberikan bahan bakar nuklir yang diperlukan Iran untuk reaktor-reaktor nuklirnya yang menghasilkan listrik.

Ketentuan-ketentuan dalam kesepakatan nuklir itu bertujuan untuk menjamin agar program nuklir Iran yang kontroversial tidak akan pernah digunakan untuk tujuan militer. Namun di sisi lain, kesepakatan itu terancam keberadaannya sejak Amerika Serikat (AS) secara sepihak menarik diri pada Mei 2018 lalu.

AS juga memberlakukan kembali sanksi-sanksi ekonomi, yang memicu Iran untuk menarik diri dari komitmen-komitmennya terkait nuklir.

Halaman

(nvc/ita)