Presiden Jerman Gelar Peringatan 30 Tahun Runtuhnya Tembok Berlin

Zunita Putri - detikNews
Minggu, 10 Nov 2019 03:47 WIB
Foto Ilustrasi Tembok Runtuh Berlin: DW (News)
Foto Ilustrasi Tembok Runtuh Berlin: DW (News)


Steinmeier mengatakan bagaimanapun peristiwa bersejarah itu tidak menjadi akhir sejarah seperti yang dikatakan oleh sejarawan AS Francis Fukuyama. Perjuangan sistem politik terus berlanjut dan masa depan lebih tidak pasti daripada sebelumnya, tambahnya.

"Demokrasi liberal sedang ditantang dan dipertanyakan. Itu sebabnya Jerman dan sekutu Eropa harus berjuang setiap hari untuk Eropa yang damai dan bersatu dengan masing-masing negara harus melakukan bagiannya untuk mengatasi perbedaan," katanya.

"Nilai-nilai yang menjadi dasar Eropa didirikan - kebebasan, demokrasi, kesetaraan, penegakan hukum, penghormatan terhadap hak asasi manusia - sama sekali tidak terbukti dengan sendirinya. Dan mereka harus dipenuhi dengan hidup dan harus dipertahankan lagi dan lagi," imbuhnya.

Perayaan di Berlin ini diakhiri dengan pesta di Gerbang Brandenburg di malam hari. Pesta itu menampilkan orkestra Staatskapelle Berlin yang disutradarai oleh Daniel Barenboim dan musik elektronik dengan legenda techno DJ WestBam.
Halaman

(zap/lir)