Raja Salman Bertemu Direktur CIA, Bahas Apa?

ADVERTISEMENT

Raja Salman Bertemu Direktur CIA, Bahas Apa?

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 08 Nov 2019 11:19 WIB
Gina Haspel (REUTERS/Kevin Lamarque)

Menanggapi kasus tersebut, seorang pejabat senior Saudi yang enggan disebut namanya menyatakan pihak Kerajaan Saudi belum memeriksa dakwaan pidana yang diumumkan AS.

"Tapi yang bisa saya beritahukan kepada Anda adalah kami mengharapkan semua warga negara kami untuk mematuhi aturan hukum di negara-negara yang mereka tinggali," ucap pejabat senior Saudi itu kepada wartawan di Washington.

Oleh pengadilan AS, ketiga terdakwa dituduh bekerja sama untuk membuka detail pemilik akun-akun yang dianggap membangkang terhadap pemerintah Saudi. Praktik ini disebut dilakukan ketiganya atas nama pemerintah Saudi dan keluarga Kerjaan Saudi. Dua terdakwa, Alzabarah dan Abouammo, diketahui merupakan mantan pegawai Twitter.


Dokumen pengadilan AS menyebut ketiga terdakwa diarahkan seorang pejabat Saudi yang tidak disebut namanya, yang bekerja untuk seseorang yang disebut jaksa AS sebagai 'Royal Family Member-1'. The Washington Post menyebut 'Royal Family Member-1' sebagai Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Kasus spionase ini mencuat saat hubungan AS dan Saudi, yang bersekutu dekat, menjadi tegang akibat kasus pembunuhan brutal wartawan Jamal Khashoggi. Khashoggi yang dikenal sebagai pengkritik Putra Mahkota Saudi itu dibunuh dan dimutilasi agen Saudi di dalam gedung konsulat di Istanbul, Turki. CIA dalam laporannya menyimpulkan bahwa MBS terkait erat dengan pembunuhan Khashoggi. Kesimpulan itu disangkal oleh otoritas Saudi.


(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT