Presiden China Tegaskan Dukungan Penuh untuk Pemimpin Hong Kong

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 05 Nov 2019 10:08 WIB
Presiden China Xi Jinping bersalaman dengan pemimpin Hong Kong Carrie Lam dalam pertemuan di Shanghai (Ju Peng/Xinhua via AP)
Shanghai - Presiden China, Xi Jinping, menegaskan dukungannya untuk pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, usai bentrokan yang kembali pecah dalam unjuk rasa di kota berstatus Wilayah Administrasi Khusus tersebut. Presiden Xi menyerukan 'upaya-upaya efektif' untuk meningkatkan taraf hidup rakyat.

Seperti dilansir AFP, Selasa (5/11/2019), dukungan itu disampaikan Presiden Xi saat bertemu Lam di sela-sela China International Import Expo, yang digelar di Shanghai. Hal itu disampaikan beberapa hari setelah Partai Komunis China sepakat untuk mengubah cara pemilihan atau penunjukan pemimpin Hong Kong.


Laporan Xinhua News Agency menyebut Presiden Xi menyerukan 'upaya-upaya efektif' untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan menyerukan dialog dengan seluruh lapisan masyarakat dalam pertemuan dengan Lam pada Senin (4/11) kemarin.

"Lam telah memimpin pemerintah SAR (Wilayah Administrasi Khusus) untuk sepenuhnya menjalankan tugas-tugasnya, berusaha menstabilkan situasi dan meningkatkan atmosfer sosial, dan telah melakukan banyak kerja keras," kata Presiden Xi dalam pernyataannya.


"Xi menyuarakan kepercayaan tingkat tinggi dari pemerintah pusat untuk Lam dan pengakuan penuh atas kinerjanya dan tim pemerintahannya," sebut Xinhua News Agency dalam laporannya.

"Mengakhiri kekerasan dan kekacauan dan memulihkan ketertiban tetap menjadi tugas paling penting bagi Hong Kong pada saat ini," imbuh Xinhua News Agency mengutip pernyataan Presiden Xi.

Hong Kong dilanda unjuk rasa antipemerintah yang beberapa waktu terakhir seringkali berujung bentrokan sengit. Unjuk rasa ini merusak reputasi Hong Kong yang dikenal stabil dan kondusif, serta membawa kota semi-otonomi itu ke dalam resesi.

Pemerintah pusat China memberlakukan formula khusus 'satu negara, dua sistem' yang mengizinkan warga Hong Kong memiliki kebebasan yang tidak dimiliki warga China daratan. Sistem itu berlaku sejak penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China tahun 1997 silam.


Namun kemarahan publik terhadap China telah terbentuk selama tahun-tahun, dengan kekhawatiran bahwa China berupaya mengikis kebebasan yang berlaku di Hong Kong.

Bentrokan terbaru antara demonstran dan polisi Hong Kong memicu tiga korban luka yang dilaporkan dalam kondisi kritis di Hong Kong. Salah satu bentrokan terjadi di kawasan pusat perbelanjaan Hong Kong, yang menjadi lokasi berkumpulnya para demonstran pada Minggu (3/11) waktu setempat.

(nvc/ita)