5 Orang Tewas Akibat Gempa Bumi M 6,5 di Filipina Selatan

5 Orang Tewas Akibat Gempa Bumi M 6,5 di Filipina Selatan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 13:36 WIB
5 Orang Tewas Akibat Gempa Bumi M 6,5 di Filipina Selatan
Sebuah kotel di Kidapawan, Filipina rusak akibat gempa (AP Photos/Williamor Magbanua)
Manila - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,5 yang mengguncang wilayah Filipina bagian hari ini dilaporkan menewaskan lima orang. Gempa ini merupakan gempa kedua yang mengguncang Filipina dalam dua hari terakhir ini.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (31/10/2019), gempa bumi M 6,5 ini dilaporkan mengguncang area berjarak 33 kilometer sebelah timur laut kota Tulunan di Provinsi Cotabato, yang berlokasi di sebelah barat kota Davao yang merupakan lokasi kediaman Presiden Rodrigo Duterte.

Juru bicara kepresidenan Filipina, Salvador Panelo, menegaskan bahwa Duterte dalam keamanan selamat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Diketahui bahwa pada 29 Oktober lalu, wilayah Filipina bagian selatan diguncang gempa berkekuatan M 6,6. Kemudian pada 16 Oktober lalu diguncang gempa berkekuatan M 6,3. Gempa terbaru ini dilaporkan mengguncang area yang sama dengan gempa sebelumnya.

Gedung-gedung dan rumah yang diketahui rusak akibat gempa sebelumnya, menjadi ambruk akibat guncangan gempa terbaru ini.

Disebutkan seorang petugas layanan kesejahteraan sosial setempat bahwa lima orang tewas di Provinsi Cotabato Utara akibat gempa ini. Salah satu korban tewas merupakan seorang kepala desa setempat. Sang kepala sekolah dilaporkan tewas setelah tertimpa dinding kantornya yang ambruk akibat gempa.

Kerusakan akibat gempa bumi di Filipina bagian selatanKerusakan akibat gempa bumi di Filipina bagian selatan Foto: Courtesy of Arthur Thiam Malemit/Social Media via REUTERS


Laporan radio setempat, DZMM, menyebut pihak kepolisian menyelamatkan 9 orang yang mengalami luka-luka setelah lantai bawah sebuah kondominium di Davao ambruk akibat gempa ini.

Di kota Kidapawan, sebuah hotel enam lantai dilaporkan ambruk. Namun Wali Kota setempat, Joseph Evangelista, menegaskan tidak ada orang di dalam hotel saat kejadian.


Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) menyarankan warga untuk tetap tinggal di luar rumah karena ada perkiraan terjadinya gempa susulan dengan kekuatan yang mungkin lebih besar. Kantor kepresidenan Filipina menginstruksikan semua lembaga dan unit pemerintahan lokal untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan dan pemulihan segera bagi para korban gempa.

Jika dihitung sejak gempa yang mengguncang pada 16 Oktober lalu, total korban tewas akibat gempa di Filipina bagian selatan bertambah menjadi 20 orang. Gempa bumi tergolong sangat sering mengguncang Filipina, yang secara geologis terletak di atas Cincin Api Pasifik yang aktif.
Halaman 2 dari 2
(nvc/haf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini