Kembali Dicecar Parlemen AS Soal Cacat 737 MAX, CEO Boeing Enggan Mundur

Kembali Dicecar Parlemen AS Soal Cacat 737 MAX, CEO Boeing Enggan Mundur

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 12:41 WIB
CEO Boeing Dennis Muilenburg (AP Photo/Susan Walsh)
CEO Boeing Dennis Muilenburg (AP Photo/Susan Walsh)
Washington DC - CEO Boeing Co, Dennis Muilenburg, kembali menghadapi pertanyaan tajam anggota parlemen Amerika Serikat (AS) dalam pemeriksaan babak kedua pada Rabu (30/10) waktu setempat. Muilenburg ditanyai banyak hal, mulai dari soal gaji dan tunjangannya hingga soal kesalahan besar dalam pengembangan Boeing 737 MAX.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Kamis (31/10/2019), menghadapi pertanyaan agresif para anggota parlemen AS selama berjam-jam, Muilenburg berulang kali menegaskan dirinya tidak akan mundur dari jabatannya sebagai Chief Executive pabrikan pesawat terbesar dunia itu.

Pemeriksaan terhadap Muilenburg yang dipimpin oleh Komisi Transportasi dan Infrastruktur pada House of Representatives (HOR) atau DPR AS ini digelar sejak Selasa (29/10) waktu setempat dan berlanjut hingga Rabu (30/10) waktu setempat. Pemeriksaan digelar menyusul dua tragedi Lion Air dan Ethiopian Airlines yang menewaskan total 346 orang.


Dalam salah satu interaksi paling sengit, anggota parlemen AS dari Tennessee, Steve Cohen, bertanya kepada Muilenburg soal mengapa dia tidak memotong gajinya sebagai bentuk tanggung jawab untuk korban. Pada tahun 2018, total paket kompensasi Muilenburg, menurut dokumen sekuritas, dilaporkan mencapai angka US$ 23,4 juta atau setara Rp 322,8 miliar. Total paket kompensasi merupakan jumlah gabungan dari gaji dan tunjangan yang diterima seseorang.

"Apa artinya akuntabilitas -- apakah Anda memotong gaji Anda? Apakah Anda bekerja tanpa bayaran mulai sekarang hingga Anda bisa menyelesaikan persoalan ini? Kerabat dari orang-orang ini tidak kembali, mereka meninggal. Gaji Anda masih akan ada," ucap Cohen sambil menunjuk ke arah keluarga korban.

"Setelah dua kecelakaan mengerikan yang membuat banyak orang meninggal, Anda tidak memotong gaji Anda. Anda tidak bertanggung jawab," tegasnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3