Airbus A220 Diperintahkan Kurangi Kecepatan di Atas Ketinggian 8.800 Meter

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 30 Okt 2019 11:52 WIB
Ilustrasi (Dok. Airbus)
Ottawa - Pesawat jenis Airbus A220 tidak akan lagi menggunakan kekuatan penuh pada ketinggian sangat tinggi. Langkah ini diambil setelah beberapa insiden terkait mesin, termasuk serpihan mesin copot di udara, menimpa pesawat Airbus A220 dalam beberapa waktu terakhir.

Seperti dilansir AFP, Rabu (30/10/2019), langkah untuk mengurangi kecepatan di udara bagi Airbus A220 itu diumumkan oleh regulator keselamatan udara Kanada dan Eropa pekan ini. Langkah itu disampaikan dalam arahan kelaikan darurat yang dirilis pada akhir pekan lalu oleh Transport Canada dan disebarkan oleh Badan Keselamatan Udara Uni Eropa (EASA) pada Senin (28/10) waktu setempat.

Disebutkan dalam arahan darurat itu bahwa maskapai-maskapai yang mengoperasikan Airbus A220 diperintahkan untuk tidak melebihi 94 persen kecepatan maksimum saat mengudara di atas ketinggian 29 ribu kaki atau setara 8.800 meter.


Arahan darurat itu dirilis menyusul 'sejumlah insiden mesin mati saat penerbangan' pada sejumlah pesawat A220 yang dioperasikan oleh maskapai Air Canada.

Beberapa insiden mesin juga dialami pesawat Airbus A220 yang dioperasikan maskapai Swiss, anak perusahaan Lufthansa. Dalam salah satu penerbangan maskapai Swiss, serpihan mesin pesawat terjatuh saat pesawat mengudara di atas wilayah Prancis.

Sejumlah insiden lainnya terjadi pada September dan Oktober lalu, di mana pihak maskapai menangguhkan seluruh penerbangan yang menggunakan pesawat jenis tersebut hingga pesawat diperiksa lebih lanjut.
Selanjutnya
Halaman
1 2