New Delhi Gratiskan Tiket Bus Bagi Wanita

New Delhi Gratiskan Tiket Bus Bagi Wanita

Haris Fadhil - detikNews
Rabu, 30 Okt 2019 02:00 WIB
Foto: India Gate, New Delhi (Haris Fadhil/detikcom)
Foto: India Gate, New Delhi (Haris Fadhil/detikcom)
New Delhi - Pemerintah New Delhi meluncurkan program bus gratis bagi para wanita. Program itu disebut sebagai langkah bersejarah untuk keselamatan wanita.

Dilansir dari AFP, Rabu (30/10/2019), partisipasi perempuan dalam angkatan kerja India termasuk di antara yang terendah di dunia. Sementara angka kekerasan terhadap perempuan di negara terpadat kedua di dunia merebak.

Para wanita diberi tiket berwarna merah muda yang memberi mereka hak untuk melakukan perjalanan gratis. Ada pesan dari Ketua Menteri New Delhi, Arvind Kejriwal, di bagian belakang yang mengatakan ia berharap langkah itu akan memberdayakan para wanita dan keluarga mereka.



Sebelumnya, harga tiket bus di sana berkisar antara 5 rupee dan 25 rupee untuk kendaraan ber-AC. Keselamatan wanita di ibu kota India menjadi sorotan sejak pemerkosaan geng 2012 dan pembunuhan seorang siswa perempuan di bus yang memicu protes besar.

Tetapi Kejriwal mengatakan bahwa mulai Selasa, akan ada 13.000 'marshall' di dalam bus untuk memastikan keamanan bagi 850.000 wanita yang naik bus secara teratur di kota berisi 20 juta orang tersebut.

Salah satu pekerja wanit, Sonia Rathore (24) mengatakan dirinya bias menghemat sekitar 2.000 rupee per bulan lewat program ini.

"Para wanita yang tidak berpenghasilan lebih dari 10.000 rupee atau 15.000 rupee, langkah ini akan sangat membantu mereka," katanya.



Seorang ibu rumah tangga, Urmila Devi mengatakan program ini membantu wanita yang menggunakan bus setiap hari. Menurutnya, hal ini akan berpengaruh positif.

"Bagi saya, saya tidak menghabiskan banyak uang di bus karena saya hanya menggunakannya sesekali. Tetapi bagi mereka yang pergi bekerja secara teratur, ini akan membuat perbedaan positif," kata Urmila Devi.

Partai Bharatiya Janata (BJP)-nya Perdana Menteri Narendra Modi menyebut langkah itu sebagai dimik menjelang pemilihan negara bagian di Delhi pada awal 2020. (haf/haf)