detikNews
2019/10/29 06:50:02 WIB

Round-Up

Akhir Cerita 'Si Hantu' Al Baghdadi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Akhir Cerita Si Hantu Al Baghdadi Foto: Islamic State Group/Al Furqan Media Network/Reuters TV via REUTERS/File Photo
Baghdad - Pemimpin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Abu Bakar al-Baghdadi, dipastikan tewas meledakkan diri setelah terpojok dengan operasi pasukan militer Amerika Serikat di Suriah. Baghdadi dijuluki 'Hantu' karena jarang muncul ke publik.

Baghdadi sempat beberapa kali dirumorkan terluka dan tewas sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan kematiannya pada Minggu (27/10) waktu setempat. Trump menyebut bahwa Baghdadi tewas meledakkan dirinya sendiri saat terpojok oleh operasi militer AS di Suriah.

"Semalam, Amerika Serikat menegakkan keadilan pada pemimpin teroris nomor satu dunia," kata Trump dalam pernyataannya saat bicara soal operasi militer AS yang dirancang dari Irak dan dieksekusi di Suriah.




Dalam pernyataannya, Trump menyebut Baghadi sempat merintih dan menangis dan berteriak sepanjang jalan' saat dikejar oleh anjing-anjing militer AS. "Dia (Baghdadi) tewas seperti anjing. Dia tewas seperti seorang pengecut. Dunia sekarang menjadi tempat yang jauh lebih aman," papar Trump seperti dilansir CNBC.

Dilansir AFP dan Reuters, Senin (28/10/2019), Baghdadi dalam beberapa tahun terakhir dari lokasi rahasia, yang seringkali disebut berpindah-pindah demi menghindari pengejaran pihak berwenang.

Usai menetapkan dirinya sebagai 'Khalifah' tahun 2014 lalu, Baghdadi memimpin lebih dari 7 juta orang di berbagai wilayah strategis Suriah dan Irak. Deklarasi kekhalifahan ISIS yang disampaikannya dari Masjid Al-Nuri di Mosul, Irak saat itu diikuti oleh gelombang aksi kekerasan yang menewaskan ribuan warga sipil, mengusir jutaan orang dari tempat tinggal mereka dan menarik kekuatan-kekuatan dunia untuk terlibat dalam konflik regional.





Lahir dengan nama Ibrahim Awad al-Badri tahun 1971, Baghdadi diketahui gagal masuk militer karena kesehatan matanya yang tidak maksimal. Dia kemudian pindah ke Baghdad untuk belajar Islam lebih dalam.

Setelah pasukan pimpinan AS menginvasi Irak tahun 2003, Baghdadi membentuk kelompok pemberontak sendiri tapi tidak pernah melancarkan serangan besar. Saat dia ditangkap dan ditahan di sebuah fasilitas tahanan AS di Irak pada Februari 2004, dia dikategorikan sebagai militan tingkat dua atau tiga.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com