Marah karena Dikritik, Duterte Tantang Wapresnya Ambil Alih Penegakan Hukum

Marah karena Dikritik, Duterte Tantang Wapresnya Ambil Alih Penegakan Hukum

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Okt 2019 19:18 WIB
Rodrigo Duterte (REUTERS/Eloisa Lopez/File Photo)
Rodrigo Duterte (REUTERS/Eloisa Lopez/File Photo)
Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte marah pada Wakil Presidennya, Leni Robredo, yang mengkritik kebijakan perang melawan narkoba. Duterte lantas menantang Robredo untuk mengambil alih dan memimpin langsung penegakan hukum di Filipina.

Seperti dilansir Reuters, Senin (28/10/2019), Duterte diketahui memiliki hubungan dingin dengan Robredo, yang merupakan pemimpin oposisi dan terpilih secara terpisah sebagai Wapres Filipina. Kebijakan antinarkoba yang dicetuskan Duterte telah menewaskan ribuan orang dan memicu kecaman global, namun mendapat dukungan kuat menurut polling domestik di Filipina.

"Saya akan menyerahkan wewenang saya soal penegakan hukum," tegas Duterte dalam pernyataan terbarunya.


"Saya akan memberikannya kepada Wakil Presiden selama enam bulan. Saya akan membiarkan dia mengambil alihnya, mari kita lihat apa yang terjadi. Saya tidak akan ikut campur," ucapnya.

Tidak diketahui pasti apakah tawaran Duterte itu merupakan sarkasme atau sungguhan. Meskipun Duterte juga menyatakan bahwa dirinya akan mengirimkan surat secara langsung kepada Robredo yang mantan pengacara HAM ini.

Juru bicara Duterte belum memberikan respons atas pertanyaan Reuters soal dasar hukum bagi transfer wewenang semacam itu.
Selanjutnya
Halaman
1 2