Boeing Sempat Pertimbangkan Desain Ulang Sistem Anti-Stall 737 MAX

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 26 Okt 2019 18:21 WIB
Pesawat-pesawat Boeing 737 MAX pesanan berbagai maskapai saat di-grounded dan diparkir di Boeing Field, Seattle (REUTERS/Gary He/File Photo)
Washington DC - Para penyidik Amerika Serikat (AS) menemukan fakta bahwa teknisi Boeing dan pilot penguji sempat mempertimbangkan untuk mendesain ulang sistem anti-stall pada Boeing 737 MAX. Hal ini setelah mereka mendiskusikan bagaimana data yang salah dari sensor bisa otomatis mengaktifkan sistem itu berkali-kali.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (26/10/2019), desain ulang sistem anti-stall pada Boeing 737 MAX itu sempat dibahas dan dipertimbangkan oleh pihak Boeing sebelum terjadinya dua tragedi Lion Air dan Ethiopian Airlines yang menewaskan total 346 orang.

Sistem anti-stall atau sistem MCAS, yang bergantung pada sensor tunggal, diyakini berkontribusi pada jatuhnya dua pesawat Boeing 737 MAX yang digunakan oleh maskapai Lion Air dan Ethiopian Airlines. Dua tragedi itu memicu grounding secara global terhadap Boeing 737 MAX dan memicu krisis bagi Boeing.


Informasi soal pertimbangan Boeing untuk mendesain ulang sistem MCAS itu diungkap dalam laporan Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) untuk para penyidik Indonesia yang menyelidiki tragedi Lion Air JT 610.

Dalam laporan itu, NTSB menyebut staf-staf Boeing pernah membahas skenario soal aktivasi sistem MCAS berulang kali yang dipicu tingginya kesalahan data AOA (Angle-of-Attack) pada 737 MAX dan mempertimbangkan apakah desain ulang (redesign) perlu dilakukan.

"Sebagai bagian dari diskusi ini, mereka (Boeing) membahas dampak kombinasi dek penerbangan ... namun menetapkan bahwa desain ulang tidak diperlukan," sebut NTSB dalam laporannya merujuk pada peringatan yang berpotensi mengganggu pilot pesawat.
Selanjutnya
Halaman
1 2