1 Juta Warga Chile Turun ke Jalan Tuntut Presiden Pinera Mundur

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 26 Okt 2019 13:27 WIB
Santiago - Sekitar 1 juta warga Chile turun ke jalanan untuk menuntut Presiden Sebastian Pinera mundur dari jabatannya. Aksi massal ini dilakukan setelah unjuk rasa menuntut reformasi ekonomi digelar besar-besaran selama seminggu di Chile.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Sabtu (26/10/2019), Pinera dalam pesan terbaru via Twitter menyatakan dirinya 'mendengar pesan' dari rakyat. Dia bahkan menanggapi aksi massal itu secara positif dan menyebutnya sebagai sarana menuju perubahan.

Dalam aksinya, para demonstran membawa bendera nasional dan bendera kelompok pribumi sambil menyanyikan lagu perlawanan dari era diktator Augusto Pinochet tahun 1973-1990 lalu. Aksi protes ini tercatat sebagai yang terburuk di negara yang selama ini dipandang sebagai paling stabil di Amerika Latin.


Associated Press melaporkan bahwa kerumunan orang yang ikut aksi massal pada Jumat (25/10) waktu setempat ini, terdiri atas latar belakang beragam mulai dari mahasiswa, pekerja hingga para orangtua dan anak-anak mereka.

"Semua warga Chile ikut aksi ini," ucap Wali Kota Santiago, Karla Rubilar, dalam pernyataannya. Rubilar bahkan menyebutnya sebagai 'hari bersejarah'. "Aksi yang damai... mewakili mimpi Chile yang baru," sebutnya.

Rubilar memperkirakan jumlah orang yang ikut aksi di kawasan central plaza di Santiago itu mencapai 1 juta orang. Namun otoritas kota Santiago mengutip perkiraan kepolisian yang menyebut jumlah orang yang ikut aksi mencapai 820 ribu orang.

Warga Chile turun ke jalan dalam unjuk rasa antipemerintahWarga Chile turun ke jalan dalam unjuk rasa antipemerintah Foto: AP Photo/Esteban Felix

Selanjutnya
Halaman
1 2