Curi Paspor Rekannya, PRT Indonesia Dibui 4 Bulan di Singapura

Curi Paspor Rekannya, PRT Indonesia Dibui 4 Bulan di Singapura

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 25 Okt 2019 19:30 WIB
Ilustrasi (dok. detikcom/Ari Saputra)
Ilustrasi (dok. detikcom/Ari Saputra)
Singapura - Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia diadili di Singapura karena mencuri paspor milik sesama PRT Indonesia dan menggunakannya untuk pulang ke Indonesia. Dia dijatuhi hukuman empat bulan penjara oleh pengadilan Singapura.

Seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (25/10/2019), tindak pencurian ini terjadi pada September lalu di dalam kamp perlindungan (shelter) untuk PRT yang dikelola oleh Humanitarian Organization for Migration Economics (HOME).

Dalam persidangan, si PRT yang bernama Susi Nur Handayani (27) mengaku bersalah atas satu dakwaan pencurian dan satu dakwaan percobaan penipuan dengan berperan sebagai orang lain. Satu dakwaan lainnya menjadi pertimbangan.


Pencurian ini dilakukan Susi karena paspor miliknya disita oleh polisi Singapura terkait sebuah penyelidikan, yang kasusnya tidak dijelaskan lebih lanjut. Pada September lalu, Susi tinggal di shelter yang dikelola HOME bersama tiga wanita Indonesia lainnya, yang juga bekerja sebagai PRT di Singapura.

Salah satu dari ketiga PRT lainnya itu juga ikut terlibat kasus ini. Dia diidentifikasi sebagai Maya Putri Lestari (26). Dua PRT lainnya yang bernama Ipah (36) dan Mutmainah Ismail Romli (42) merupakan korban dalam kasus ini.

Diungkapkan Wakil Jaksa Penuntut Umum, Senthilkumuran Sabapathy, bahwa Susi menyusun rencana bersama Maya untuk meninggalkan Singapura secara ilegal dengan menggunakan paspor milik dua PRT lainnya yang tinggal di shelter. Aksi nekat ini dilakukan karena Susi sangat ingin pulang ke Batam.
Selanjutnya
Halaman
1 2