4 Keluarga Korban Tragedi Lion Air JT 610 Capai Kesepakatan dengan Boeing

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 24 Okt 2019 10:02 WIB
Ilustrasi (REUTERS/Paulo Whitaker/File Photo)
Chicago - Nyaris setahun setelah tragedi pesawat Lion Air JT 610 yang menewaskan 189 orang, empat keluarga korban dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan pihak Boeing. Tragedi ini melibatkan pesawat jenis terbaru, Boeing 737 MAX, yang kini di-grounded secara global.

Seperti dilansir CNN, Kamis (24/10/2019), hal ini disampaikan oleh pengacara yang mewakili keluarga korban dalam gugatan di Amerika Serikat (AS).

"Kami mewakili 46 keluarga korban (dalam kecelakaan pesawat Lion Air). Kami telah mencapai kesepakatan untuk empat kasus di antaranya," ucap Mark Lindquist dari Herrmann Law Group kepada CNN Business. Tidak disebutkan lebih lanjut mengenai kesepakatan yang dimaksud.


"Negosiasi masih berlangsung. Tujuan kami adalah keadilan bagi para korban, tanggung jawab dari Boeing dan langit yang lebih aman bagi semua orang -- terlepas apakah kita akan mencapai itu melalui penyelesaian atau melalui persidangan," imbuh Lindquist.

Lebih lanjut dinyatakan Lindquist bahwa firma hukumnya memulai proses negosiasi untuk para korban yang masih lajang dan tidak memiliki anak, baru kemudian akan berlanjut pada korban yang memiliki pasangan dan anak.

Disebutkan Lindquist bahwa jika korban memiliki pasangan dan anak, maka kompensasi yang didapat jumlahnya akan lebih besar. "Kompensasi penuh dan adil akan lebih besar jumlahnya... Kita harus memperhatikan anak-anak yang tumbuh tanpa orangtua," sebutnya.

Lindquist menyatakan tidak mungkin untuk memperkirakan berapa lama proses negosiasi akan berlangsung bagi 42 keluarga korban lainnya.

Diketahui bahwa Herrmann Law Group juga mewakili empat keluarga korban tragedi Ethiopian Airlines ET 302, yang menewaskan 157 orang pada Maret lalu. Kecelakaan Ethiopian Airlines itu juga melibatkan sebuah pesawat Boeing 737 MAX.


Pada Rabu (23/10) waktu setempat, keluarga korban tragedi Lion Air JT 610 diberitahu oleh para penyidik bahwa pengawasan regulasi yang buruk dan desain pesawat Boeing 737 MAX berkontribusi pada kecelakaan fatal pada Oktober 2018 lalu. Para penyidik memberikan ringkasan laporan akhir mereka kepada keluarga korban.

Juru bicara Boeing, Peter Pedraza, menyatakan pihak Boeing tidak akan mengomentari gugatan hukum secara langsung. "Kami menyampaikan belasungkawa mendalam bagi keluarga dan orang tercinta dari semua yang ada di dalam penerbangan Lion Air 610," ucapnya. (nvc/ita)