Saat Guru AS Melucuti dan Memeluk Siswa yang Bawa Shotgun ke Sekolah

Saat Guru AS Melucuti dan Memeluk Siswa yang Bawa Shotgun ke Sekolah

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Okt 2019 11:09 WIB
Guru di AS memeluk seorang siswa yang membawa senjata api ke sekolah (Multnomah County District Attorney via Channel News Asia)
Guru di AS memeluk seorang siswa yang membawa senjata api ke sekolah (Multnomah County District Attorney via Channel News Asia)
Portland - Seorang guru olahraga di sebuah sekolah menengah di Portland, Amerika Serikat (AS), berhasil melucuti senjata api yang dibawa muridnya ke sekolah dan memeluknya. Rekaman CCTV yang menunjukkan momen langka itu dirilis oleh kantor jaksa Oregon, bulan ini.

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (21/10/2019), seorang siswa berusia 18 tahun bernama Angel Granados-Diaz membawa sebuah senapan shotgun ke dalam gedung Parkrose High School di Portland dalam insiden yang terjadi pada 17 Mei lalu.


Shotgun tersebut disembunyikan di dalam sebuah tas kain dan diketahui berisi satu butir peluru. Laporan media lokal yang mengutip pengacara siswa itu menyebut senapan shotgun itu dimaksudkan untuk digunakan pada dirinya sendiri.

Dalam video CCTV, Granados-Diaz terlihat berjalan di lorong sekolah dan masuk ke dalam salah satu ruang kelas. Kemudian pelatih futbol dan lari pada sekolah tersebut, Keanon Lowe (27), mengikutinya untuk memeriksa kondisinya. Saat itu, Lowe tidak menyadari jika Granados-Diaz membawa senjata api.

"Dalam sepersekian detik, saya menganalisis semuanya sangat cepat, saya melihat raut wajahnya, sorot matanya," tutur Lowe kepada NBC News.

Guru di AS merebut senjata api yang dibawa siswaGuru di AS merebut senjata api yang dibawa siswa Foto: Multnomah County District Attorney via Channel News Asia

"Saya melihat senjata itu dan saya menyadari itu senjata sungguhan dan kemudian insting saya mengambil alih," imbuh Lowe yang juga bertugas sebagai petugas keamanan sekolah.



Momen saat Granados-Diaz kedapatan membawa senjata api, rekaman CCTV menunjukkan para siswa lainnya berlarian keluar dalam kondisi panik. Namun berkat aksi cepat Lowe, insiden penembakan ini tidak berlanjut menjadi tragedi.

Laporan CNN yang mengutip kantor jaksa setempat menyebut Granados-Diaz tidak pernah menodongkan shotgun itu ke orang lain, kecuali dirinya sendiri. Dia disebut berupaya menarik pelatuk senjata api itu namun shotgun itu tidak melepaskan tembakan.


Setelah itu, Lowe merebut shotgun tersebut dari Granados-Diaz. Rekaman CCTV menunjukkan tangan Lowe memegang shotgun itu saat berjalan keluar dari ruang kelas, yang kemudian diikuti Granados-Diaz. Seorang staf sekolah yang mendekati keduanya tampak secara perlahan mengambil shotgun itu dari tangan Lowe. Rekaman CCTV kemudian menunjukkan Lowe memeluk Granados-Diaz secara erat untuk menenangkannya.

"Saya hanya ingin membuatnya tahu bahwa saya ada untuknya. Saya bilang ke dia bahwa saya di sana untuk menyelamatkannya. Saya di sana untuk sebuah alasan dan bahwa hidup ini pantas dijalani," ucap Lowe. "Semesta ini bekerja dalam cara yang luar biasa. Saya beruntung dan saya senang bahwa saya ada di ruang kelas itu untuk semua siswa dan saya mampu mencegah tragedi itu," imbuhnya.


Pengacara Granados-Diaz menyebut aksi Lowe saat itu 'sangat tegas, berani dan berbelas kasih'. Dia menekankan bahwa Granados-Diaz tidak berniat membahayakan orang lain, selain dirinya.

Dalam persidangan kasus ini, Granados-Diaz mengaku bersalah atas satu dakwaan kepemilikan senjata api secara ilegal di gedung publik dan satu dakwaan kepemilikan senjata api terisi peluru di area publik. Dia tidak dijatuhi vonis penjara, hanya divonis hukuman percobaan 3 tahun dan akan mendapatkan perawatan kesehatan mental.

(nvc/ita)