AS Mulai Tekan Turki yang Serang Kurdi Suriah

AS Mulai Tekan Turki yang Serang Kurdi Suriah

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 03:20 WIB
Foto ilustrasi: personel SDF Kurdi, SDF d Suriah utara kini menjadi sasaran agresi Turki.  (REUTERS/Rodi Said)
Foto ilustrasi: personel SDF Kurdi, SDF d Suriah utara kini menjadi sasaran agresi Turki. (REUTERS/Rodi Said)
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dipandang seperti memberi lampu hijau kepada Turki yang menyerang Suku Kurdi di Suriah bagian utara. Terang saja, Turki adalah sekutu AS di NATO. Namun kini, AS mulai menekan Turki.

Dilansir AFP, Senin (14/10/2019), AS menghentikan pesannya yang abu-abu dan mengubah kebijakan menyusul serangan Turki ke Suriah utara. Serangan Turki tersebut dilancarkan usai Trump memerintahkan penarikan pasukan AS dari tapal batas itu.



Turki menargetkan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin orang-orang Kurdi. SDF adalah sekutu utama AS dalam perang lima tahun melawan ISIS. SDF juga telah kehilangan 11 ribu nyawa prajuritnya dalam operasi melawan ISIS yang dipimpin AS.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan Trump telah mengesahkan--namun belum mengaktifkan--"sanksi baru yang sangat penting" untuk menghalangi serangan militer Turki ke Kurdi lebih lanjut.



Menteri Pertahanan Mark Esper menyatakan Turki telah berisiko mendestabilisasi kawasan tersebut. Dia juga menyalahkan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang melakukan 'aksi impulsif (sekadar memperturutkan keinginan)'.

Esper "sangat mendorong" Turki untuk menahan serangan. Dia memperingkatkan akan adanya "konsekuensi serius" bila Turki tidak patuh. Esper dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley telah berbicara langsung dengan pihak Turki.

Demokrat dan Republikan dalam Kongres AS telah bersatu padu untuk menjatuhkan sanksi untuk Turki bila Turki meluncurkan serangan penuh ke SDF.



Erdogan ingin membuat daerah penyangga (buffer zone) antara perbatasan negaranya dengan teritori yang dikontrol pasukan Kurdi Suriah. Pasukan Kurdi Suriah terkait dengan kelompok pemberontak Kurdi di Turki.

AS hendak kekang Turki

Awalnya, Donald Trump menyatakan bisa memahami posisi Turki yang hendak menyerang Kurdi di Suriah. Trump memperingatkan bahwa operasi Turki hendaklah dilaksakan secara manusiawi dan Trump menawarkan mediasi.

Sikap Trump kemudian menuai kritik, bahkan kritik juga datang dari pihak Republikan. Namun demikian, Turki tetap teguh.



"Sekarang ada ancaman yang datang dari kiri dan kanan, meminta kita untuk menghentikan ini," kata Erdogan pada Jumat (11/10) kemarin. "Kami tak akan mundur," tegas Erdogan.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyatakan jumlah korban tewas hingga Jumat mencapai 17 orang dari pihak Suriah, dan 17 orang dari Turki. Sebelumnya, 54 petempur SDF juga terbunuh. Turki juga melaporkan 4 tentaranya tewas. (dnu/dnu)