Menlu AS Dengar Telepon Trump-Zelensky yang Jadi Fokus Penyelidikan Pemakzulan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 03 Okt 2019 10:59 WIB
Mike Pompeo (Getty Images/A.Wong)
Mike Pompeo (Getty Images/A.Wong)
Washington DC - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, mengakui dirinya turut mendengarkan percakapan telepon antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Percakapan telepon itu tengah menjadi fokus penyelidikan pemakzulan terhadap Trump.

Seperti dilansir Reuters dan CNN, Kamis (2/10/2019), laporan whistleblower yang muncul pekan lalu, menuduh Trump menekan Presiden Zelensky dalam panggilan telepon pada 25 Juli. Si whistleblower menyebut informasi itu didapat dari sejumlah pejabat Gedung Putih yang mengetahui secara langsung percakapan via telepon tersebut.

Disebutkan si whistleblower bahwa Trump meminta Ukraina melakukan penyelidikan terhadap mantan Wakil Presiden AS Joe Biden dan putranya, Hunter, yang pernah bekerja di perusahaan pengeboran gas yang pernah diselidiki Ukraina. Biden diketahui menjadi kandidat calon presiden (capres) paling terdepan Partai Demokrat dan berpotensi menjadi penantang utama Trump dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun 2020 mendatang.


Dalam pernyataan terbaru, Menlu Pompeo mengakui dirinya turut mendengarkan percakapan telepon itu. "Saya ada dalam panggilan telepon itu," ucap Pompeo kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke Italia.

Ditegaskan Pompeo bahwa isi percakapan via telepon itu masuk dalam konteks kebijakan AS di Ukraina, termasuk melenyapkan ancaman Rusia, memberantas korupsi dalam pemerintahan hingga ke akar dan mendorong perekonomian.

Penegasan Pompeo ini senada dengan bantahan Trump yang menyatakan dirinya tidak menekan Zelensky. Trump mengakui memang sempat membahas soal Biden dengan Zelensky, namun dia menegaskan tidak ada tekanan yang diberikannya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3