Tabrak Truk Trailer di Jalanan, Wanita Penerjun Payung di AS Tewas

Tabrak Truk Trailer di Jalanan, Wanita Penerjun Payung di AS Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 28 Sep 2019 15:31 WIB
Tabrak Truk Trailer di Jalanan, Wanita Penerjun Payung di AS Tewas
Penerjun payung itu tewas setelah menabrak trailer dan tubuhnya menghantam jalanan (KCRA via CNN)
California - Seorang penerjun payung tewas setelah menabrak sebuah trailer berukuran besar di jalanan California Utara, Amerika Serikat (AS). Nahas! Penerjun payung yang seorang wanita ini jatuh menghantam jalanan di luar bandara setempat.

Dilansir CNN, Sabtu (28/9/2019), penerjun payung berusia 28 tahun ini sedang melakukan aktivitas terjun payung dalam sebuah kelompok beranggotakan tujuh orang saat insiden terjadi pada Kamis (26/9) siang waktu setempat.

Petugas informasi publik pada Patroli Jalan Raya California, Ruben Jones, menuturkan kepada CNN bahwa kondisi udara cukup berangin saat sekelompok penerjun payung itu berangkat dari Lodi Parachute Center.


Wanita penerjun payung itu menabrak sebuah truk trailer berukuran besar saat bergerak turun di dekat Bandara Lodi, California Utara. Tangan dan bahu bagian kanan wanita itu menghantam jalanan. Wanita itu dinyatakan tewas seketika di lokasi kejadian. Identitasnya tidak disebut lebih lanjut. Enam penerjun lainnya yang satu kelompok dengan wanita itu, berhasil selamat.

Salah satu saksi mata, seperti dikutip media lokal KCRA, afiliasi CNN, menyebut wanita penerjun itu tampak kesulitan mengendalikan parasutnya di tengah hembusan angin, sebelum akhirnya menabrak truk trailer.

"Cara orang itu berjuang, berjuang melawan angin dan tubuhnya bergerak sungguh, sungguh cepat," tutur saksi bernama Lisa Reyes, yang sedang berkendara dengan ayah dan saudara laki-lakinya di ruas jalanan Hingway 99, California Utara.

Dalam pernyataan terpisah, pemilik Lodi Parachute Center, Bill Dawes, menyebut wanita yang tewas itu sebagai penerjun payung yang 'berpengalaman' dengan 155 kali terjun payung. Diakui Dawes bahwa saat kejadian angin bertiup cukup kencang, dengan hembusan mencapai 15-20 mph atau sekitar 24-32 kilometer per jam. Menurut Dawes, kecepatan angin sebesar itu masuk dalam batas kemampuan si wanita penerjun payung.

"Kami pernah terjun di tengah angin dengan kecepatan lebih dari itu," sebut Dawes. "Penerjun lainnya mendarat di lokasi yang benar. Entah apa penyebabnya, dia (wanita penerjun payung) bergerak terlalu jauh terbawa angin, itu istilah yang kami gunakan," imbuhnya.

Ditambahkan Dawes bahwa tidak ada yang salah dengan parasut yang digunakan si wanita penerjun itu. Insiden ini tengah diselidiki lebih lanjut oleh otoritas setempat.

Halaman 2 dari 2
(nvc/fdn)


Berita Terkait