Mesir Tangkap 1.000-an Orang Usai Aksi Demo Gulingkan Presiden Sisi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 26 Sep 2019 12:38 WIB
Foto: andi saputra
Foto: andi saputra
Kairo - Otoritas Mesir telah menangkap lebih dari 1.000 orang usai aksi-aksi protes yang menyerukan lengsernya Presiden Abdel Fattah al-Sisi.

Gelombang penangkapan tersebut terjadi menjelang "aksi demo sejuta orang" pada Jumat (27/9) yang diserukan oleh seorang pebisnis, yang di video-video online-nya menuduh Sisi dan militer telah melakukan korupsi, yang memicu aksi-aksi demo menentang Sisi pekan lalu.

Menurut kelompok HAM, Pusat Kebebasan dan Hak-hak Mesir (ECRF) seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (26/9/2019), sebanyak 1.003 orang telah ditangkap sejak aksi-aksi demo pecah di Kairo dan kota-kota lainnya di Mesir pada Jumat (20/9) lalu. Sedangkan organisasi lainnya, Pusat Hak-hak Ekonomi dan Sosial Mesir melaporkan bahwa 1.298 orang telah ditangkap.


Figur terkenal yang ditangkap termasuk Khaled Dawoud, mantan pemimpin partai liberal Al-Dostour yang dituduh menyebarkan berita bohong dan bergabung dengan kelompok teror. Politisi terkenal itu ditetapkan ditahan selama 15 hari.


Dawoud akan diadili sebagian bagian dari kasus yang sama dengan pengacara HAM terkemuka, Mahienour El-Massry dan aktivis serikat kerja veteran, Kamal Khalil, yang ditangkap pekan lalu. Dua akademisi terkemuka juga termasuk di antara mereka yang ditangkap.

Hazem Hosny, profesor ilmu politik Universitas Kairo, ditangkap pada Selasa (24/9) malam waktu setempat di depan rumahnya. Hosny yang bekas juru bicara mantan kepala staf militer Mesir, Sami Anan itu, ditangkap setelah dia mencoba mencalonkan diri untuk menantang Sisi dalam pemilihan presiden tahun lalu. Profesor tersebut kerap bersikap kritis terhadap Sisi di media sosial belakangan ini.

Sedangkan Hassan Nafaa, dosen ilmu politik di Universitas Kairo, juga ditangkap di rumahnya pada hari yang sama. Dia juga telah mengkritik cara keras Sisi dalam memerintah.


Sisi terpilih menjadi presiden Mesir menyusul penggulingan presiden Mohamed Morsi pada tahun 2013 oleh militer Mesir. Sisi terpilih menjadi presiden di tahun 2014 dengan meraih 96,9 persen suara.

Namun ketidakpuasan rakyat atas meningkatnya harga-harga semakin marak di Mesir. Terlebih pemerintah telah menetapkan langkah-langkah penghematan yang ketat sejak tahun 2016 sebagai bagian dari paket pinjaman sebesar US$ 12 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Sebelumnya pada Sabtu (21/9), para demonstran antipemerintah bergerak menuju pusat kota Suez untuk dua hari berturut-turut. Dalam aksinya, massa demonstran dihadang oleh aparat keamanan yang memblokade jalan-jalan dengan kendaraan. (ita/ita)