Kelompok Bersenjata Filipina Tak Berani Culik WNI Bekas Sandera Abu Sayyaf

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 25 Sep 2019 18:12 WIB
Ilustrasi (detikcom/Mindra Purnomo)
Kuala Lumpur - Seorang nelayan Indonesia lolos dari penculikan sekelompok pria bersenjata asal Filipina di perairan Malaysia dekat perbatasan baru-baru ini. Sebabnya, kelompok bersenjata itu khawatir ditegur oleh 'bos-bos Abu Sayyaf' mereka karena menculik si WNI yang ternyata mantan sandera Abu Sayyaf.

Tujuh pria bersenjata menculik tiga WNI di perairan Sabah, Malaysia, pada Senin (23/9) lalu. Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Rabu (25/9/2019), belakangan diketahui bahwa para pria bersenjata itu memutuskan untuk melepaskan satu WNI lainnya.

WNI bernama Lautu Raali (54) itu merupakan kapten kapal pencari ikan yang sempat dicegat para pria bersenjata itu di perairan dekat Tambisan, Lahad Datu, Sabah, Malaysia. Lokasi pencegatan berada tak jauh dari perbatasan Filipina bagian selatan.


Laporan The Star menyebut Lautu dilepaskan setelah para pria bersenjata itu mengetahui bahwa dia pernah disandera di Pulau Jolo, Filipina tenggara oleh kelompok Abu Sayyaf selama 14 bulan tahun 2016 lalu.

Tiga anak buah kapal (ABK) lainnya juga dilepaskan setelah mereka mengklaim sebagai orang Suluk, kelompok etnis di Filipina bagian selatan.

Sejumlah sumber-sumber keamanan Filipina menyebut para pria bersenjata itu bekerja untuk penculik bagi kelompok Abu Sayyaf, Salip Mura. Menurut sumber-sumber itu, kelompok penculik untuk uang tebusan itu telah berkeliaran di area perbatasan laut selama berbulan-bulan untuk mencari sasaran untuk diculik.