Vatikan Minta 2 Pastor Diadili Terkait Kekerasan Seks pada Bocah Altar

Vatikan Minta 2 Pastor Diadili Terkait Kekerasan Seks pada Bocah Altar

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 18 Sep 2019 13:41 WIB
Ilustrasi (BBC Magazine)
Ilustrasi (BBC Magazine)
Vatican City - Seorang pastor Italia dituduh melakukan kekerasan seksual terhadap bocah-bocah altar saat menjalani seminari. Satu pastor lainnya dilaporkan memfasilitasi tindak kekerasan seksual itu. Vatikan menyatakan keduanya telah diserahkan kepada otoritas peradilan Italia untuk diadili.

Seperti dilansir AFP, Rabu (18/9/2019), pihak Vatikan telah merekomendasikan pastor Gabrielle Martinelli untuk diadili atas dakwaan kekerasan seksual dan agar pastor Enrico Radice diadili karena menutup-nutupi tindak kekerasan seksual itu.


Tindak kekerasan seksual itu terjadi saat seminari di St Pius X, sebuah institusi yang berlokasi di wilayah Vatikan yang melatih bocah altar dan terletak sangat dekat dengan kediaman Paus Fransiskus.

"Penyelidikan diluncurkan tahun 2017 menindaklanjuti laporan-laporan media," sebut Vatikan dalam pernyataannya.


Disebutkan lebih lanjut bahwa Martinelli berusia 21 tahun dan masih menjadi murid seminari saat tindak kekerasan seksual terjadi. Saat itu, Martinelli bertanggung jawab melatih bocah-bocah altar.

Laporan media-media Italia menyebut teman sekamar salah satu korban melihat langsung tindak kekerasan seksual yang terjadi berulang kali itu. Teman sekamar yang berasal dari Polandia itu juga seorang murid seminari. Dia bersama dua murid seminari lainnya, melaporkan Martinelli kepada atasannya juga melalui sebuah surat yang dikirimkan kepada Kardinal setempat.

Tindak kekerasan seksual yang dilakukan Martinelli diulas dalam sebuah buku terbitan tahun 2017 berjudul 'Original Sin' karya jurnalis Italia, Gianluigi Nuzzi. Disebutkan Nuzzi dalam bukunya bahwa seorang murid seminari muda, yang tinggal di St Pius X sejak dirinya berusia 13 tahun hingga 18 tahun, dipulangkan pada tahun 2014 usai melaporkan tindak kekerasan seksual oleh Martinelli.

Murid seminari yang tidak disebut namanya itu mengklaim Martinelli datang ke kamarnya untuk berhubungan intim dengan teman sekamarnya, yang saat itu berusia 17 tahun. Murid seminari ini juga mengklaim dirinya menyaksikan hubungan intim itu sebanyak 140 kali.


Menurutnya, Martinelli menggunakan 'kekuasaan dan intimidasi' untuk memaksakan kehendaknya pada korban.

Paus Fransiskus telah meminta maaf atas para pastor yang menjadi predator anak, namun aksi menutup-nutupi skandal seks di Vatikan telah mencederai kepercayaan publik pada Gereja Katolik Roma. Masih banyak hal yang perlu dilakukan oleh Vatikan untuk melindungi anak-anak dari pastor paedofil.

(nvc/ita)